Bandung Barat Mulai Vaksinasi Booster Serentak di 32 Puskesmas

ILUSTRASI: Vaksinator menyuntikan vaksin Covid-19 ke warga lanjut usia (lansia) saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Kamis (13/1/2022). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Vaksinator menyuntikan vaksin Covid-19 ke warga lanjut usia (lansia) saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Kamis (13/1/2022). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Penyuntikkan vaksinasi Covid-19 dosis tiga (booster) mulai dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, Eisenhower Sitanggang menjelaskan, pelaksanaan vaksin booster serentak di 32 Puskesmas yang tersebar di wilayahnya.

“Untuk vaksin booster secara global di KBB, kita mulai pertanggal 17 Januari 2022 hari ini,” katanya pada Radar Bandung, Senin (17/1/2022).

Ia menambahkan, vaksinasi booster tersebut dapat diakses oleh masyarakat di seluruh kecamatan. Pasalnya, pelaksanaan terpusat di Puskesmas masing-masing.

“Pelaksanaan dilakukan di semua Puskesmas yang berjumlah 32 Puskesmas,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, penyuntikan yang dilakukan bagi masyarakat peserta vaksinasi satu dan dua jenis Sinovac metode yang digunakan yakni heterolog.

“Jika sebelumnya sinovac, jadi diboosternya oleh vaksin jenis frizer. Jadi kan istilahnya homolog dan heterolog,” katanya.

Sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kata Eisen, booster yang disuntikkan setengah dosis dari penyuntikan vaksin satu dan dua.

“Jadi misalkan yang kemarin vaksin dosis satu dan dua 0,3 ml nah untuk vaksin dosis ketiga atau booster jadi 0,15 ml,” jelasnya.

Hingga saat ini, jenis vaksin yang diperuntukkan untuk booster yakni frizer dengan stok yang tersedia sebanyak 179 ribu dosis. Sementara itu, untuk jenis vaksin moderna dan astra zenecca masih menunggu pengiriman.

“Nah karena sinovac arahan dari kementrian itu hanya untuk anak sekolah. Jadi sekarang metodenya pakai heterolog dengan menggunakan vaksin jenis frizer,” terangnya.

Eisen menegaskan, dalam pelaksanaannya masyarakat terlebih dahulu mengakses aplikasi PeduliLindungi. Selanjutnya, mendapatkan e-tiket untuk akses mendapatkan vaksin booster.

“Kalau misal tidak ada yang muncul etiketnya berarti belum saat ini dapat booster. Berarti nunggu,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds