Sekolah di Bandung Barat Sudah PTM 100 Persen

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih saat meninjau pelaksanaan PTM Penuh di salah satu sekolah di Padalarang. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih saat meninjau pelaksanaan PTM Penuh di salah satu sekolah di Padalarang. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung Barat mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) 100 persen.


Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih mengatakan, dalam pelaksanaan PTM tersebut pihaknya tetap mengacu pada SKB empat menteri.

“Bagi sekolah yang tenaga kependidikannya telah melakukan vaksinasi sebesar 80 persen bisa melakukan PTM 100 persen,” katanya, Selasa (11/1).

Ia menambahkan, bagi sekolah yang capaian vaksinasi tenaga pendidikan di bawah 80 persen melaksanakan PTM dibatasi 50 persen.

“Yang melakukan asesmentnya bukan dinas tapi sekolah masing-masing yang lebih mengetahui kondisi di sekolahnya,” jelasnya.

Sejauh ini, hampir semua sekolah di Kabupaten Bandung Barat dapat menggelar PTM 100 persen. Hal tersebut lantaran capaian vaksinasi sudah di atas 90 persen.

“Kegiatan ekstrakulikuler bisa dilakukan dan pembelajaran olahraga pun sudah bisa dilaksanakan,” katanya.

Ia menegaskan, pelaksanaan PTM tersebut juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.

“Mulai dari kedisiplinan cuci tangan, cek suhu, posisi duduk, hingga menyiapkan ruangan khusus apabila ada siswa yang terindikasi sakit,” katanya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya tengah menyebarkan tim monitoring ke berbagai sekolah guna melakukan peninjauan sekaligus pendataan sekolah yang sudah melaksanakan PTM 100 persen.

“Jadi kami sedang sebar tim monitoring dan nanti siang mudah-mudahan sudah mendapat data berapa jumlah sekolah yang melaksanakan PTM 100 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Padalarang, Suhartono menjelaskan, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas piket untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19 dilaksanakan sejak awal masuk lingkungan sekolah.

“Petugas piket sudah memberi arahan kepada siswa agar melakukan pengukuran suhu, cuci tangan dan diarahkan untuk jalan ke kelasnya masing-masing,” jelasnya.

Ia menyebut, kendati telah melaksanakan PTM 100 persen namun siswa yang berada di dalam kelas hanya 20 orang. Dengan begitu, risiko kerumunan dapat ditekan.

“Kita sesuaikan dengan aturan per kelasnya hanya 20 siswa. Jadi kita bagi 2 sesi,  pada sesi 1 pukul 01.00 WIB-11.00 WIB. Sedangkan, untuk sesi 2 pukul 12.00 WIB-15.30WIB,” katanya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds