DPRD Kab Bandung Dorong RSUD Soreang Bentuk Unit Khusus MCU, Alasannya karena Ini

Warga akan memasuki area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang baru di Soreang. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG).

Warga akan memasuki area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang baru di Soreang. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG).

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang atau yang sekarang dikenal dengan RSUD Oto Iskandar Di Nata (Otista) untuk membentuk unit khusus Medical Check Up (MCU).


Apalagi banyak masyarakat yang memilih RSUD Otista untuk mendapatkan pelayanan MCU. Contohnya masyarakat yang mengikuti rekrutmen Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Polri, TNI, calon kepala desa hingga calon anggota legislatif.

Fahmi mengatakan, setiap rumah sakit itu orientasinya bukan bisnis tapi pelayanan kepada masyarakat dibidang kesehatan. Sehingga, setiap rumah sakit itu pasti ada penilaian indeks kepuasan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita di dewan terus mengevaluasi bagaimana indeks kepuasan di setiap rumah sakit, khususnya RSUD yang ada di Kabupaten Bandung seperti RSUD Otista, RSUD Majalaya atau Ebah dan RSUD Cicalengka,” ujar Fahmi saat dihubungi via pesan suara, Soreang, Rabu (12/1/2022).

Salah satu sarana di rumah yang berkaitan dengan kepuasan pelayanan kepada masyarakat, menurut Fahmi adalah fasilitas Medical Check Up (MCU). RSUD Majalaya dan RSUD Al Ihsan Baleendah saat ini sudah memiliki unit khusus untuk pelayanan MCU.

“Kalau memang belum ada MCU di RSUD Otista, maka akan lebih bagus kalau diadakan. Jadi setuju kalau ada MCU, kalau belum ada maka kita dorong, karena ini berkaitan dengan kepuasan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Fahmi.

“Di RSUD Majalaya sudah ada khusus MCU, kemudian di RSUD Al-Ihsan juga ada khusus, kalau di RSUD Cicalengka tidak ada, ya berarti dibuat segera,” sambungnya.

Dalam rangka pembentukan unit khusus MCU, kata Fahmi, maka juga perlu pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM), penganggaran dan lainnya.

“Untuk itu kita nanti coba akan bahas juga di rapat kerja komisi D, karena rumah sakit adalah mitra komisi D,” katanya.

Sementara itu, saat ini rekrutmen CPNS dan PPPK tahun 2021 tengah memasuki tahapan pemberkasan dokumen untuk pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP), dimana salah satu syaratnya adalah dokumen kesehatan. berdasarkan data dari RSUD Oto Iskandar Dinata, hingga saat ini sudah ada 320 pemohon MCU dari pelamar PPPK dan 58 orang dari pelamar CPNS.

Loading...

loading...

Feeds