PTM Kembali Digelar, Guru dan Orang Tua Tetap Harus Waspada Covid

ILUSTRASI: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ratusan sekolah berbagai jenjang di Kota Bandung sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Meski demikian, pihak sekolah termasuk orang tua diminta untuk hati-hati dengan potensi penyebaran Covid-19 di tengah pandemi yang belum usai.


Kepala Disdik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, kebijakan ini sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. Di Kota Bandung ada sekira 330 sekolah melaksanakan PTM tahap pertama.

Jumlah itu masih sedikit dibandingkan dengan 1.677 sekolah yang masih dan harus melaksanakan PTM dengan kapasitas 75 persen. Lalu, 632 sekolah masih sebesar 50 persen. Salah satu alasannya, adalah mereka belum memenuhi kriteria hasil evaluasi dari sisi kesiapan infrastruktur dan jumlah murid yang sudah tervaksin.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala. Dengan demikian, jumlah sekolah yang melaksanakan PTM 100 persen bisa bertambah atau berkurang.

“Dalam sebulan bebenah dan evaluasi kesiapan infrastruktur, kesiapan anak-anak juga vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan,” katanya, Senin (10/1/2022).

Ia mengimbau kepada semua pihak tidak terlalu bergembira secara berlebihan dengan kebijakan ini. Protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara disiplin sesuai dengan surat edaran tentang panduan pelaksanaan PTM 100 persen.

“Apabila terdapat siswa yang mengalami gejala Covid-19, langsung berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan penanganan,” kata dia.

Salah satu sekolah yang menggelar PTM 100 persen adalah SMP Negeri 43 Bandung. Ratusan murid datang ke skolah harus melalui tes awal seperti cek suhu dan lain semacamnya.

Pengaturan tempat duduk pun dibuat berjarak. Setiap meja diisi oleh satu orang murid. Salah seorang siswa, Muhammad Ragil, siswa kelas 8A mengaku sangat senang dengan kebijakan PTM 100 persen. Menurut dia, belajar secara daring sangat membosankan.

“Kalau daring kan bosan. Sekarang antusias karena bisa bertemu teman-teman,” ungkap dia.

Kepala Sekolah SMP Negeri 43 Bandung, Khaerawati menjelaskan angka vaksinasi siswanya sudah mencapai 90 persen.

“Total vaksinasi sudah 90 persen. Sisa 10 persen itu karena siswa yang bersangkutan belum bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan,” ujar Khaerawati.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan sekolah yang bisa melaksanakan PTM 100 persen sudah melewati tahapan seleksi. “Kalau gak salah (sekolah yang lolos) tahap pertama (PTM 100 persen) baru 300 sekian,” ujar dia.

(mur/azm)

Loading...

loading...

Feeds