Meski Pandemi Covid, PAD 2021 dari Uji KIR Dishub Kabupaten Bandung Capai Target

Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung saat melakukan pengujian kendaraan bermotor. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung saat melakukan pengujian kendaraan bermotor. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung dari UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencapai 100,22 persen. Artinya, target sebesar Rp4 miliar dapat tercapai meskipun pada tahun 2021 itu masih dalam kondisi pandemi Covid-19.


KTU Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Bandung, Wisnu Haribowo mengatakan, banyak faktor yang membuat target PAD dapat tercapai. Pertama, penerapan bukti lulus uji elektronik yang smart card. Hal tersebut, lanjut Wisnu, mampu menarik minat dan mendorong masyarakat untuk melakukan uji KIR.

“Kebetulan dari kementerian perhubungan mengeluarkan satu aturan terkait dengan penggunaan bukti lulus uji penggantian. Jadi, yang dulunya pakai buku uji KIR, sekarang sudah menggunakan bukti lulus uji elektronik yang smart card. Hal tersebut ternyata menjadi penarik. Masyarakat euforia, ingin tahu smart card itu bagaimana,” ujar Wisnu saat dihubungi via telepon, Selasa (11/1/2022).

Faktor kedua yaitu setelah diterapkan bukti uji elektronik ini, ungkap Wisnu, memudahkan masyarakat untuk melakukan uji KIR. Jadi karena menggunakan sistem online, masyarakat kabupaten Bandung atau yang luar Kabupaten Bandung dapat dengan mudah memproses KIR.

Faktor ketiga yaitu dengan adanya program Bedas Online membuat masyarakat jadi mudah. Karena proses pembayaran melalui perbankan atau cass less sehingga bisa dilakukan dari rumah atau kantor.

“Faktor kelima, dibukanya outlet non statis di Cileunyi Dangdeur, Margaasih dan Majalaya. Jadi masyarakat yang tadinya jauh ke Soreang atau ke Baleendah, sekarang mudah dan dekat karena beberapa wilayah sudah dicakup dengan pelayanan non statis tadi,” papar Wisnu.

Terakhir, karena ada peningkatan uji KIR yang dilakukan oleh kendaraan truk. Karena meskipun ada pemberlakuan PSBB atau PPKM, kendaraan pengangkut logistik tetap bisa menjalankan mobilitas.

“Sebetulnya bukan tanpa masalah, ada masalah terkait pengadaan bukti uji elektroniknya yang sempat tersendat di bulan Juni itu. Tapi kemudian, masalah tersebut dijadikan inovasi di 2022,” ungkap Wisnu.

Pada tahun 2022 ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung akan meningkatkan pelayanan yang mampu mencangkup ke wilayah perbatasan, seperti Pangalengan-Cisewu, daerah Garut Selatan.

“Rencana kita akan mobile, non statis. Sama di wilayah Rancabali perbatasan Cianjur. Kita akan hadir di perbatasan walaupun hanya seminggu sekali atau seminggu dua kali karena ini program pak bupati untuk inovasi disamping menciptakan kendaraan yang berkeselamatan, juga inovasi untuk pendapatan asli daerah,” pungkas Wisnu.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds