Laporkan Dugaan Korupsi Garuda ke Kejagung, Erick Thohir: Bodoh Mau Tandatangan

Menteri BUMN Erick Thohir dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/2). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Menteri BUMN Erick Thohir dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/2). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan penelusuran terkait dugaan tindak pidana korupsi, di tubuh maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.


Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, saat ini bukti dugaan korupsi tersebut terkait pengadaan pesawat ATR 72-600.

“Tentu hari ini ATR 72-600 yang sedang diselidiki. Apakah ada pesawat lain? Dimungkinkan, karena kita mau selesaikan untuk transparansi,” kata Erick saat mengunjungi Kejakasan Agung (Kejagung) di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Erick mengungkapkan, memberikan bukti-bukti atas dugaan korupsi di tubuh Garuda Indonesia kepada Kejaksaan Agung merupakan suatu bentuk transformasi, menuju BUMN yang lebih transparan.

Jika ditemukan lagi indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat di Garuda Indonesia, Erick menjamin hal itu tidak akan mengganggu proses restrukturisasi yang sedang berlangsung.

Ia menyebut, saat ini pihaknya juga telah melakukan pemetaan terkait lessors yang ada indikasi korupsi dan yang benar. Erick mengaku, hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam penyelesaian lessor.

“Kami sudah memetakan mana lessor yang ada indikasi korupsi, mana lessor yang kemahalan. Karena bodoh juga kita kenapa mau tanda tangan padahal kemahalan,” ungkapnya.

Erick menambahkan, aksi bersih-bersih di tubuh Garuda bukan hanya penangkapan atau menghukum oknum-oknum yang ada. Tapi perbaikan secara menyeluruh di perusahaan pelat merah.

“Perbaikan administrasi secara menyeluruh sesuai program transformasi bersih-bersih BUMN,” pungkasnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds