Kadisdik Kota Bandung Sebut PJJ Tidak Efektif, Lebih Baik PTM

ILUSTRASI: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengakui, pola atau metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini berlangsung tidak efektif.


“Tidak ada yang bisa menggantikan posisi guru. Secanggih-canggihnya teknologi tidak akan bisa menggantikan peran guru sebagai pengajar,” jelas Hikmat, kepda wartawan Selasa (11/1/2022).

“Kesimpulannya, PJJ tidak terlalu efektif dibandingkan dengan PTM. Ini hasil evaluasi yang dilakukan Disdik terkait capaian pembelajaran selama PJJ,” sambungnya.

Hikmat mengatakan, pihkanya akan memaksimalkan proses pembelajaran selama smester genap ini. Terlebih setelah capaian vaksin di lingkungan pendidikan mencapai 80 persen lebih.

Sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, Disdik Kota Bandung, akan menyukseskan program pemerintah pusat, salah sataunya dengan membuat sekolah bergerak.

“Kami akan menggerakan semua komponen yang ada di sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga bagian administrasi, dan komite sekolah. Semua akan kita buat agar menjadi dunia Pendidikan yang lebih menyenangkan dan tanpa bully,” tambahnya.

Ini merupakan salah satu cara pemulihan usai pandemic di dunia Pendidikan. Sehingga semua pihak harus menajdi agen perubahan agar proses belajar jadi lebih menyenangkan.

“Makanya, kita akan meng-upgrade agar kemampuan tenaga pendidik jadi lebih meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, berjalan 2 hari pelaksaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau sejumlah sekolah.

Diawali SD Babakan Tarogong, Yana menyapa para siswa di sekolah tersebut. Ia pun membeberkan mengenai virus Covid-19.
Yana pun melanjutkan monitoring di SD Asmi dan SD As Salam.
Mulai dari pengendalian sampai cara menghindari virus tersebut. Yana yang juga sebagai penyintas Covid-19 menegaskan agar murid untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Alhamdulilah hari kedua pelaksaan PTM di Kota Bandung. Dibagi ada yang 100 persen, 75 persen, dan 50 persen, tergantung kesiapan dari masing-masing sekolah,” tutur Yana di sela-sela peninjauan, Selasa (11/2/2022).

Loading...

loading...

Feeds