13 Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Ajukan Restitusi Rp330 Juta

Petugas menjaga pintu ruang sidang saat berjalanya sidang lanjutan kasus pencabulan terhadap santri oleh terdakwa Hery Wirawan di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung,Selasa (4/1/2022). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Petugas menjaga pintu ruang sidang saat berjalanya sidang lanjutan kasus pencabulan terhadap santri oleh terdakwa Hery Wirawan di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung,Selasa (4/1/2022). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Korban pemerkosaan Herry Wirawan mengajukan ganti rugi atau restitusi atas kasus perkosaan. Total biaya yang diajukan untuk 13 santriwati mencapai Rp330 juta.


Hal itu diungkapkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) saat diminta keterangan sebagai ahli dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung., kemarin.

“Restitusi untuk korban yang dihitung totalnya hampir Rp330 juta,” ucap Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Dodi Gazali Emil saat dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022).

Kata Dodi, jumlah itu berdasarkan hitungan dari LPSK yang didasari oleh dampak yang diderita korban akibat perbuatan Herry. Menurut Dodi, setiap korban mendapatkan jumlah yang berbeda.

“Besaran restitusi setiap korban beda-beda, jadi secara teknis tidak bisa dijelaskan juga, cuma total keseluruhan yang dikumpulkan yang dibuat LPSK sekitar Rp330 juta, teknisnya kita tidak bisa menjelaskan,” tuturnya.

Sebelumnya, Herry Wirawan menjadi terdakwa usai memperkosa 13 santriwati. Bahkan beberapa santriwati hamil dan melahirkan. Kasus ini sudah masuk ke persidangan.

Sejumlah saksi telah dihadirkan. LPSK dihadirkan sebagai ahli untuk dimintai keterangan terkait restitusi.

Tenaga Ahli LPSK Abdanev Jova menuturkan, restitusi sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut dia, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2017 yang merupakan turunan dari UU Perlindungan anak disebut bahwa korban berhak menuntut yanti kerugian restitusi.

“Ada tiga komponen di situ yaitu ganti kerugian atas kehilangan pengahasilan atau kekayaan, kedua, penderitaan yang ditimbulkan akibat tindak pidana, ketiga biaya medis dan psikologis yang timbul akibat,” tandasnya.

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds