Industri Kulit Bisa Optimal Tembus Pasar Luar Negeri, Ridwan Kami Siap Kolaborasi

 


POJOKBANDUNG.id, – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai industri kulit di Garut potensial untuk menembus pasar luar negeri secara optimal. Ia siap berkolaborasi melahirkan inovasi sekaligus membenahi sejumlah hal.

Ridwan Kamil mengatakan untuk menggaet pasar yang lebih luas ini para pelaku usaha harus mulai menggunakan teknologi informasi sebagai alat pemasaran.

Menurut dia, industri kerajinan kulit di Kabupaten Garut memiliki potensi bisnis yang besar. Sayangnya, selama ini industri itu justru tak banyak berkembang.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkulitan yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat di Sukaregang Kabupaten Garut, Kamis (6/1).

Setidaknya ada lima masalah utama yang menyebabkan pengembangan industri kerajinan kulit di Kabupaten Garut stagnan. Pertama, bahan baku untuk membuat kerjinan kulit masih belum layak untuk diekspor berdasarkan uji laboratorium.

Permasalahan kedua, desain produk kerajinan kulit di Sukaregang tak banyak inovasi. Ini bisa dilihat dari desain untuk produk yang sama di beberapa toko kerajinan kulit hampir semuanya mirip.

“Saya tawarkan kalau ada pengusaha kulit yang mau berkolaborasi memproduksi desain Ridwan Kamil, saya tunggu,” katanya.

“Kalau mau silakan, saya minta daftarnya berapa toko yang mau memproduksi barang yang saya buat desainnya mulai dari dompet, tas wanita, sepatu, jaket yang semuanya berbahan dasar kulit garut,” ia melanjutkan.

Tak hanya itu, ia juga siap mempromosikan produk kulit yang ia desain. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berencana akan membentuk lembaga yang bertugas mengembangkan tren desain produk kerajinan kulit.

Masalah ketiga, terdapat masalah limbah dalam pasca produksi kerajinan kulit di Kabupaten Garut yang menjadi faktor penyebab pencemaran lingkungan.

Masalah keempat adalah para pelaku usaha kerajinan kulit di kawasan Sukaregang masih kurang memahami bagaimana memasarkan produk secara digital. Mayoritas pelaku usaha masih menjual produknya secara konvensional.

Dia juga meminta pengusaha memanfaatkan bahan dari limbah tumbuhan untuk membuat sebagian produknya. Bahan yang dimaksud adalah dari limbah kopi dan jamur untuk dijadikan kulit, yang saat ini sedang diminati merk fesyen dunia.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh.Arifin Soedjayana mengatakan di Satpel Perkulitan Garut pihaknya memberikan layanan 7 permesinan pendukung. “2021 layanan permesinan di satuan pelayanan perkulitan ini memberikan pelayanan tertinggi, yang mencapai 774 pelayanan,” katanya.

Tingginya layanan ini menurutnya menunjukan besarnya kebutuhan para pelaku usaha kulit di Garut menggunakan mesin di satuan pelayanan yang diampu Bidang Industri Pangan dan Olahan Kemasan (IPOK) tersebut.

“Dalam rangka pemulihan ekonomi, kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Jawa Barat, salah satunya di Sukaregang, Garut,” pungkasnya. (dbs)

Loading...

loading...

Feeds

FIFA Mobile 22 Sudah Bisa Diunduh

 POJOKBANDUNG.com- MEMASUKI musim keenamnya, sejumlah pembaruan dilakukan EA SPORTS untuk memberikan sensasi berbeda bagi para penggemar gim FIFA Mobile yang …