Belum Memuaskan, Kinerja BUMD Kota Bandung Jadi Sorotan

Pipa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening di Jalan RE Martadinata, mengalami kerusakan (pecah). (ist)

Pipa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening di Jalan RE Martadinata, mengalami kerusakan (pecah). (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatakan performa BUMD di Kota Bandung secara umum buruk.


“Kita lihat dari laporan keuangannya saja. Rata-rata B,” ujar Yana kepada wartawan Rabu (5/1/2021).

Padahal, lanjut Yana, tingkatan nilai itu dimulai dari C, CC, CCC hingga AAA. Sementara performa laporan keuangan BUMD nilainya baru B dan ditargetkan baru A.

Salah satu yang kadarnya buruk adalah Perumda Tirta Wening yang mengalami kebocoran sekitar 46 persen.

“Kalau kapasitas mereka sekitar 27 liter per detik, kehilangan 49 persen berarti hilang sekitar 13 ribu liter per detik,” katanya.

Yana mengatakan, jika PDAM kehilangan 13 ribu liter per detik semestinya Kota Bandung terendam. Contohnya ketika terjadi kebocoran di jalan RE Martadinata satu titik saja bisa membuat jalan banjir.

Karenanya Yana berasumsi kebocoran air terjadi lebih pada mal administrasi.
Misalnya terkait pencurian air atau piutang yang mungkin tidak tertagih.

“Kalau kondisinya memang begitu berarti ini yang salah manajemennya sudah tahu ada kebocoran kenapa tidak ditanggulangi,” katanya.

Senada dengan Yana, Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya mengatakan, hingga sekarang kinerja BUMN di Kota Bandung memang masih belum memuaskan.

“Kinerja mereka belum sesuai ekspektasi. Hal itu salah satu yang harus didorong,” katanya.

Endwin mencontohkan, kinerja di Perumda Pasar Juara yang belum bisa mencapai target.

“Jangankan untuk menyumbang ke PAD, untuk kebutuhan dan profit mereka saja masih harus mendapat penyertaan modal dari pemerintah,” tambahnya.

Edwin mengatakan dari informasi yang diterimanya banyak permainan di internet BUMD.

“Ini menjadi salah satu alasan terjadinya banyak kebocoran karena tidak mengikuti instruksi direksi,” katanya.

Menurutnya seharusnya pasar mendapatkan keuntungan. Mengingat banyak aset yang mereka miliki sehingga kecil kemungkinan mereka tidak bisa meraih profit.

“Namun dengan adanya kebocoran ini menunjukkan masih banyak hal-hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah kinerja dewan pengawas yang belum efektif,” sesalnya.

Selain itu Edwin juga menyoroti kinerja Perumda Bank Bandung yang sampai sekarang masih banyak mengalami kerugian. Mereka banyak memberikan pinjaman namun tidak dikembalikan. Sehingga ada banyak pinjaman yang di take over ke bjb.

“Ini juga terjadi di Perumda Tirtawening yang masih belum bisa memberikan profit seperti yang diharapkan,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds