Status Kebencanaan Kabupaten Bandung Jadi Tanggap Darurat, Ini Kata Bupati Dadang

Ratusan rumah warga terendam banjir dan dipenuhi lumpur akibat tanggul Sungai Cisanggalah jebol di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (2/6/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Ratusan rumah warga terendam banjir dan dipenuhi lumpur akibat tanggul Sungai Cisanggalah jebol di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (2/6/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna perintahkan status kebencanaan dinaikkan yang awalnya siaga darurat menjadi tanggap darurat.


Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bandung, ada 13 kecamatan yang berpotensi terjadi banjir bandang. Selain itu, ada 24 kecamatan yang rawan longsor. Dan, ada 20 daerah yang berpotensi terjadi banjir.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengatakan dengan adanya peningkatan status kebencanaan maka harus dilakukan pemetaan terhadap hal-hal yang harus diintervensi oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Sudah saya rapat, bahwa kita sudah peningkatan status dari siaga menjadi status tanggap darurat, artinya kita maraton, mana saja yang harus diintervensi oleh APBD, sudah kita laksanakan secara simultan dilaksanakan,” ujar bupati saat dihubungi via telepon, beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan Dadang, ada 23 kecamatan di Kabupaten Bandung yang rawan bencana. Untuk anggarannya sendiri, ungkap Dadang, disiapkan dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kita sudah siapkan anggaran dari BTT,” jelasnya.

Disinggung mengenai adanya sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung yang terdampak bencana misalnya banjir, bupati sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk melakukan perbaikan terhadap sekolah yang mengalami kerusakan karena terdampak bencana.

“Kalau ada sekolah yang berdiri di bantaran sungai harus di relokasi, pemkab siap memfasilitasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentunya,” kata Dadang.

Selanjutnya terkait dengan banyaknya tanggul-tanggul sungai yang jebol, kata Dadang, sebisa mungkin diperbaiki. Setelah itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan yang lebih komprehensif.

“Langkah awal, kita perbaiki sebisanya, tapi kita juga langsung koordinasi dengan BBWS untuk penanganan yang lebih komprehensif,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds