Jelang Libur Nataru, Objek Wisata di Subang Diperketat

Curug Cina, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Curug tersebut merupakan salah satu keindahan alam yang jadi pilihan bagi para wisatawan. (ist)

Curug Cina, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Curug tersebut merupakan salah satu keindahan alam yang jadi pilihan bagi para wisatawan. (ist)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Objek wisata di Kabupaten Subang akan diperketat menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) 2022. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penerapan PPKM Level 3 yang akan diberlakukan pemerintah pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022.


Adapun penerapan PPKM Level 3 pada nataru tersebut sebagai upaya pemerintah dalam mencegah munculnya gelombang ketiga penularan Covid-19.

Hal tersebut dilakukan karena khawatir peningkatan mobilitas masyarakat saat libur natal dan tahun baru memunculkan kerumunan sehingga memicu gelombang ketiga penularan Covid-19.

“Iya, jelang perayaan tahun baru atau nataru, objek wisata akan kita perketat lagi,” ujar Bupati Subang H.Ruhimat kepada Radar Bandung, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, pemerintah daerah akan selalu siap untuk menindaklanjuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat karena khawatir peningkatan mobilitas masyarakat di saat libur Nataru akan memunculkan kerumunan sehingga memicu gelombang ketiga penularan Covid-19, khusunya di wilayah Kabupaten Subang.

“Tentunya kebijakan pemerintah pusat akan sama sama kita tindak lanjuti. Oleh karena itu, kami sangat berharap dukungan semua pihak,” tambahnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk selalu mengikuti informasi yang ada dan selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi yang juga selaku Juru Bicara (Jubir) Satgas covid Subang mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana pemerintah untuk penerapan PPKM Level 3 secara serentak.

“Prinsipnya kita mengikuti setiap arahan dari pusat terkait wisata di akhir tahun. Ini adalah cara pemerintah mengurangi mobilitas masyarakat,” kata dr Maxi.

Dengan penerapan PPLM Level 33, kata Maxi, konsekwensinya diantaranya pengelola wisata harus batasi jumlah kunjungan yakni 50 persen, dan menerapkan protokol kesehatan.

“Termasuk menunjukan sudah divaksin. Kita akan perketat bagi wisatawan dari luar yang datang ke Subang. Terkait hal ini, akan dibahas dirakor nanti,” pungkasnya.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds