Simposium Kolaborasi Gerakan Pemulihan Ekonomi dari Desa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembangunan ekosistem bisnis di desa untuk pemulihan ekonomi diperlukan kolaborasi banyak pihak. Di sisi lain, kesempatan sangat terbuka seiring Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan jumlah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).


Hal ini menjadi landasan PT . Mitra Bumdes Nusantara (MBN) menggelar Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES dengan mengusung tema ‘Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa’.

MBN membawa semangat sinergi dan kolaborasi dalam bentuk bisnis yang riil, mendukung pembangunan ekosistem bisnis yang kuat di desa, serta upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi dimulai dari desa.

Semangat ini dituangkan dalam Nota Deklarasi Dukungan Bersama yang ditandatangani bersama berbagai pihak pembangun ekosistem bisnis yaitu Wiyoto, Direktur Utama PT. Mitra Bumdes Nusantara, Gatoet Gembiro Noegroho, PT Pupuk Indonesia, Beny Riswandi, SEVP Bisnis BJB, Kurnia Fajar, Direktur Utama Agro Jabar, Herry Hermawan, Perumda Pasar Kota Bandung, Perwakilan Bumdes, serta Dicky Saromi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat.

Ridwan Kamil yang menyaksikan langsung penandatanganan Nota Deklarasi Dukungan Bersama sebelumnya mengatakan bahwa selama tiga tahun menjabat gubernur Jawa Barat, sudah ada 1.400 BUMDes baru yang lahir. Saat ini, total yang tercatat ada 5021 Bumdes dari 5300 Desa.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa dalam dua tahun mendatang akan dikebut hingga semua desa memiliki BUMDes. Diharapkan ada lompatan bisnis dan ekonomi dengan kaegori bintang 2 untuk omzet di bawah 10 juta, hingga 5 omzet diatas 1 miliar.

“Supaya omzet bintang 5 kami mengajak kolaborasi BUMD dan BUMN khususnya disektor pangan, hari hadir PT Mitra Bumdes Nusantara yang merupakan anak perusahaan 7 BUMN yang akan menjadi pembina dan pembeli dari produk2 BUMdes,” kata Ridwan Kamil ,” kata Ridwan Kamil saat sambutan acara di Hotel Preanger Bandung, Jum’at (26/11).

Simposium diawali dengan paparan materi bertajuk Peta dan Arah Pengembangan BUMDes di Jawa Barat, Peran Mitra Bumdes Nusantara dalam menggerakkan Perekonomian Desa, Model sinergi dan kolaborasi Program Makmur Agro Solusi, serta Peran BJB dalam menggairahkan kembali perekonomian desa pasca pandemi. Lalu, dilanjutkan dengan Diskusi, Gagasan Aspirasi, dan Bussiness Matching BUMDES.

 

“Kegiatan ini memadukan antara Program Makmur Agrosol Kementerian BUMN dengan Project Leader yaitu PIHC, Program Petani Milenial Jawa Barat, dan Program Bumdes, sehingga diharapkan menjadi ekosistem bisnis yang lebih kuat dan lebih besar dan saling mendukung, semata-mata untuk menggerakan perekonomian dan memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat des. Peran PT. MBN adalah menjadi  Offtaker, Agregator, dan Pembina Bumde,” kata Wiyoto.

Diketahui, PT. MBN adalah perusahaan yang dibentuk pada tahun 2017 . Pemegang saham dari PT MBN terdiri dari 7 BUMN strategis, dengan Perum Bulog sebagai pemilik saham mayoritas, diikuti Danareksa, PTPN III, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PT. PIHC) , PT. RNI , PT. PPI dan PT. Pertamina Ritel.

Saat ini PT MBN mempunyai 29 entitas Anak Perusahaan diseluruh Indonesia dan 10 anak perusahaan diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat, yaitu MDB Tempuran Karawang, MBB Sliyeg dan MBI Indramayu, MBB Buah Dua dan MBB Conggeang Sumedang, MDB Ligung Majalengka, MD Pamarican Ciamis, MDB Cisuka Tasikmalaya, MDB Intan Garut, dan MBB Warungkondang Cianjur.

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds