Segini Perkiraan Kenaikan Upah Buruh di Kabupaten Bandung

ILUSTRASI: Sejumlah buruh saat aksi unjuk rasa. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Sejumlah buruh saat aksi unjuk rasa. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung belum menyampaikan rekomendasi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk tahun 2022. Namun, diperkirakan kenaikan besaran upah di wilayah Kabupaten Bandung akan disamakan dengan wilayah lain di Bandung Raya.


Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung, Rukmana mengatakan terkait dengan perekomendasian upah minimum kabupaten/kota (UMK) itu sudah diatur dalam PP Nomor 36. Kata Rukmana, PP Nomor 36 merupakan bagian dari program strategis nasional harus dipahami. Mengenai aturan tersebut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan serikat buruh yang ada di Kabupaten Bandung.

“Dari sisi perhitungan juga sudah jelas, tidak harus dipublikasikan lagi, kan sudah keluar surat edaran menterinya, perhitungan sudah ada dan lain sebagainya,” ujar Rukmana saat dihubungi via telepon, Rabu (24/11/2021).

Jika dilihat sejarah dari proses penentuan upah, Rukmana mengungkapkan, dari tahun ke tahun Pemerintah Kabupaten Bandung selalu merekomendasikan besaran upah itu sama dengan daerah lain, yang masuk dalam wilayah aglomerasi Bandung Raya.

“Tapi yang jelas kita ini ada sejarah soal upah. Dari tahun ke tahun kita selalu merekomendasikan upah itu sama satu sama lain (dalam wilayah aglomerasi Bandung Raya),” tutur Rukmana.

“Nuansanya mah kita ingin aglomerasi. Gitu aja, ya,” jelasnya.

UMK Kabupaten Bandung untuk tahun 2021 itu sebesar Rp3.241.929. Dan untuk penyampaian rekomendasi besaran upah tersebut, kata Rukmana, belum dilakukan.

“Belum. Kan terakhir tanggal 25 November. Nanti pasti disampaikan,” ungkap Rukmana.

Sementara itu, menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) sebesar sepuluh persen, ratusan buruh yang tergabung dari serikat kerja KSPI dan KSPN menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Kami meminta kepada Bupati Bandung untuk merekomendasikan kenaikan upah minimum Kabupaten Bandung sebesar sepuluh persen, atau ambil jalan tengah sebesar delapan persen dari nilai UMK 2021,” ujar Koordinator aksi buruh, Adang.

Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, Adang mengaku akan melaksanakan walkout dan mogok kerja. Adang menambahkan, kenaikan upah minimum yang diinginkan oleh para buruh sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi pekerja dan keluarganya.

“Kenaikan upah sepuluh persen juga akan mempertahankan daya beli masyarakat setelah terdampak pandemi,” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Menkeu Yakin RI Lolos dari Omicron

POJOKBANDUNG.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis Indonesia dapat mengatasi varian baru Covid-19 yaitu Omicron. Saat ini varian …