UMP Jabar 2022 Sudah Ditetapkan, Ketua Apindo: Mari Jaga Iklim Usaha Agar Tidak Terpuruk

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menanggapi ihwal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat 2022.


Keputusan tentang pengupahan tersebut dinilai sudah berdasarkan evaluasi dan pertimbangan mendalam serta menjadi yang terbaik.

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengungkapkan, pihaknya mendukung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang telah taat hukum dengan menyepakati Peraturan Pemerintah No.36/2021 Tentang Pengupahan dan memperhatikan Rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat No.561./015/34/Depeprov, tanggal 16 November 2021, tentang Rekomendasi Upah Minimum Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

“Kami yakin peraturan tentang upah ini dibuat oleh para expert dibidangnya, dan telah melalui begitu banyak evaluasi, serta analisis, dan pertimbangan yang mendalam sehingga merupakan keputusan terbaik,” ucap Ning di Bandung, Selasa (23/11/2021).

Terkait akan ada aksi unjuk rasa para buruh yang menolak penetapan UMP tersebut, Ning berharap, para buruh tetap menjaga kondusifitas iklim usaha, khususnya di Jabar. Pasalnya, sudah banyak perusahaan yang menderita dan berusaha bertahan ditengah kesulitan di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Silahkan aksi demo, karena merupakan hak yang dijamin Undang-Undang. Tetapi mari bersikap arif.
Janganlah membuat situasi memburuk kembali. Selain menyusahkan pengusaha, ujung-ujungnya juga merugikan buruh jika perusahaan tidak bertahan,” jelasnya.

Ning mengungkapkan, dengan jumlah pengangguran di Jabar yang berada diangka 2,5 juta orang dan tengah menunggu investor masuk untuk membuka peluang kerja, maka aksi mogok tersebut dinilai akan membuat investor ragu untuk berinvestasi.

“Sedangkan 2,5 juta itu, bisa jadi ada saudara kita didalamnya, tetangga kita yang sangat butuh pekerjaan, orang-orang yang tidak memiliki uang untuk sandang pangan, atau menyekolahkan anaknya. Mari kita bantu juga mereka untuk mendapatkan pekerjaan, dengan menjaga kondusifitas dunia usaha sehingga investor tertarik untuk berinvestasi,” paparnya.

Ning melanjutkan, dengan adanya investasi masuk, para karyawan juga akan memiliki lebih banyak pilihan untuk bekerja sesuai keinginannya atau sesuai bidangnya.

“Mari kita ciptakan kondusifitas usaha yang sehat demi kebaikan bersama,” tandasnya.

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds

Flyover Simpang Padalarang Resmi Dibuka

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membuka dan mengaktifkan jalan layang (Flyover) Simpang Padalarang beroperasi. Rencananya Flyover …
54 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Pengajian di Cianjur

Kasus Covid-19 di KBB Tinggal 4 Orang

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan 4 orang. Berdasarkan data Satgas Covid-19 …