Besi Beksisting Jatuh, KCJB Perketat Prosedur Keamanan

Susana konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak terganggu dengan peristiwa besi beksisiting jatuh.

Susana konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak terganggu dengan peristiwa besi beksisiting jatuh.

POJOKBANDUNG.COM, NGAMPRAH – Puluhan besi bekisting proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) berjatuhan tanpa sebab. Itu terjadi di Komplek Lembah Teratai RT04/RW12, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Rabu (9/11), sekitar pukul 17.00 WIB.


Ketua RT setempat, Yulianto menjelaskan, warga sekitar terkejut mendengar suara keras di sekitar pembangunan proyek KCJB seperti benda yang jatuh.

“Gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba ada besi bekisting sebanyak 50 lembar jatuh ke jalan umum,” kata Yulianto.

BACA JUGA : Musim Hujan, Warga Kabupaten Bandung Diimbau Waspada DBD dan Diare

Ia menilai, insiden tersebut terjadi lantaran minimnya pengamanan maupun pengawasan dari pihak KCIC. Oleh karena itu, pengerjaan proyek KCJB harus lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.

“Lebih hati-hati dan lebih safety lagi, karena selama ini jika ada kejadian tidak pernah ada penanganan yang serius. Ini kecerobohan kerja, dan harus segera ditangani,” harapnya.

Sementara itu, GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan, insiden tersebut tidak memakan korban karena tidak terjadi di area hunian warga, melainkan di area konstruksi yang tertutup untuk umum.

“Betul ada besi bekisting yang jatuh di Ngamprah namun besi tersebut jatuh di area konstruksi yang tertutup sehingga tidak ada warga yang terluka,” kata Mirza.

BACA JUGA : Percepat Herd Immunity, Jabar Dukung Penuh Program Mobil Vaksin

Saat ini besi bekisting tersebut sudah ditangani langsung oleh pihak kontraktor dan area sudah dibersihkan sehingga pekerjaan konstruksi bisa kembali berjalan normal.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum mendapatkan bukti adanya pelanggaran prosedur terkait jatuhnya besi bekisting itu.

“Kami masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian secara detail,” ucapnya.

“Penyebabnya masih belum bisa Kami sebutkan karena saat ini kontraktor masih melakukan investigasi mendalam apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi di semua area agar kejadian serupa tidak terulang.

“Apapun penyebabnya, tentu ini jadi pelajaran bagi Kami dan kedepannya pengawasan terhadap pekerjaan proyek akan ditingkatkan supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tambahnya.

BACA JUGA : Januari-September 2021, Proyek Investasi di Jabar Serap 87.766 Tenaga Kerja

Ia menyebut, pihaknya menekankan selalu  kalau di setiap area pembangunan proyek KCJB terdapat prosedur keselamatan dan keamanan kerja yang ketat, termasuk melarang masyarakat umum masuk ke area proyek guna menghindari kecelakaan.

“Di setiap area proyek ada aturannya. Prosedurnya ketat soal keamanan dan keselamatan kerja. Warga juga dilarang masuk demi keselamatan mereka dan menghindari kecelakaan di area proyek,” katanya. (kro)

Loading...

loading...

Feeds