Hari Sumpah Pemuda, Tsabita Alfiah R: Momentum Tingkatkan Prestasi

Atlet angkat besi asal Kabupaten Bandung, Tsabita Alfiah R. (ist)

Atlet angkat besi asal Kabupaten Bandung, Tsabita Alfiah R. (ist)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Hari Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, merupakan momentum bersejarah bagi rakyat Indonesia. Tak terkecuali bagi atlet angkat besi asal Kabupaten Bandung, Tsabita Alfiah R.


Menurut dara kelahiran tahun 2000 itu, hari sumpah pemuda merupakan momentum untuk memacu diri agar  bisa terus berprestasi dan bisa mengharumkan nama bangsa. Meski usianya baru memasuki 20-an, nampaknya Tsabita merupakan pemuda yang sudah memikirkan masa depan.

Hal tersebut terungkap dari cerita sang atlet, dimana Tsabita kecil lebih memilih untuk berlatih angkat besi dibandingkan bermain seperti anak pada umumnya.

“Latihan mulai dari kelas 6 SD. Dari pada main sore mendingan latihan, ada manfaatnya, bisa sehat dan bisa bertanding terus dapat juara, bikin bangga,” ujar Tsabita kepada Radar Bandung, Rabu (27/10/2021).

Jika tidak menjadi atlet, Tsabita mengaku bercita-cita menjadi pramugari. Selain itu, dirinya juga ingin membuka bisnis usaha kuliner. Hal tersebut dilakukannya agar masa depannya bisa terjamin.

“Harus memikirkan hidup kedepannya, karena rebahan doang juga enggak ada asuransinya,” kata Tsabita.

Pada ajang PON XX Papua, gadis asal Kecamatan Pameumpeuk Kabupaten Bandung itu berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingen Provinsi Jawa Barat melalui cabang olahraga angkat besi kelas 64 kilogram. Bahkan dalam pertandingan olahraga itu, Tsabita berhasil mencetak rekor nasional.

Prestasi mentereng Tsabita tak diperoleh dengan mudah. Saat pertama kali berlatih menjadi atlet angkat besi, Tsabita mengaku harus berbohong kepada orang tuanya. Kemudian selama menjadi atlet, dirinya mengalami dua kali cedera pinggang yang mengakibatkan angkatannya terus mengalami penurunan.

“Karena tempat pelatihannya dekat dari rumah, jadi aku ijinnya itu lari sore sama teman, enggak bilang mau latihan angkat besi, karena takut dimarahin dan enggak disetujuin. Orang tua curiga dan akhirnya lihat aku di tempat latihan. Respon bapak mendukung tapi kalau mamah sedikit takut karena cewek. Tapi seiring waktu orang tua aku mengijinkan,” tutur Tsabita.

“Yang paling sulit, kalau buat aku sih pas cedera pinggang, enam bulan, dua kali. Jadi, sebelum PON itu sudah pesimis banget, soalnya mau PON tapi lagi cedera pinggang, sehingga angkatannya turun terus, tapi alhamdulillah dari awal tahun 2021 itu angkatannya mulai naik, dan kondisinya membaik,” papar gadis yang mengidolakan lifter Sri Wahyuni Agustiani itu.

Setelah ajang PON, Tsabita akan bertanding pada kejuaraan dunia di Uzbekistan. Dirinya mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Tsabita memberikan masukan kepada pemerintah agar melakukan pembinaan atlet yang maksimal.

“Pembinaan yang penting, karena atlet itu kan dari kecil latihannya, sama perhatian buat kerjanya juga” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Flyover Simpang Padalarang Resmi Dibuka

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membuka dan mengaktifkan jalan layang (Flyover) Simpang Padalarang beroperasi. Rencananya Flyover …
54 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Pengajian di Cianjur

Kasus Covid-19 di KBB Tinggal 4 Orang

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan 4 orang. Berdasarkan data Satgas Covid-19 …