UKM Bandung Menggeliat, Walikota Serahkan Simbolis Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Walikota Bandung, Oded M Danial (kedua kanan) dan Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci Erni Purnamawati (ketiga kanan) meyerahkan kartu kepesertaan Jamsostek hasil corporate sosial responsibility (CSR) 4 perusahaan besar Bandung kepada ratusan pedagang kaki lima binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Halaman Kantor Balaikota, Bandung, Minggu (24/10/2021). (Foto: DOK. Humas BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci/Robby Fransisca)

Walikota Bandung, Oded M Danial (kedua kanan) dan Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci Erni Purnamawati (ketiga kanan) meyerahkan kartu kepesertaan Jamsostek hasil corporate sosial responsibility (CSR) 4 perusahaan besar Bandung kepada ratusan pedagang kaki lima binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Halaman Kantor Balaikota, Bandung, Minggu (24/10/2021). (Foto: DOK. Humas BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci/Robby Fransisca)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Empat perusahaan besar di Kota Bandung bentuk Jaminan Sosial ratusan pedagang kaki lima binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam program Corporate Sosial Responsibility (CSR).


Keempat perusahaan tersebut ialah, PT Otto Pharmaceutical Industries, PT Mitsubishi Tanabe Pharma Indonesia, RS Hermina Pasteur dan RS Herminta Arcamanik. Disalurkan dalam bentuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terhadap kurang lebih 500 pedagang kaki lima dan pendampingnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci, Erni Purnamawati mengatakan, perlindungan sosial yang diberikan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober sampai Desember 2021.

Manfaat yang akan dirasakan oleh pedagang kaki lima dan pendampingnya adalah biaya transportasi jika mengalami kecelakaan kerja, penggantian biaya transportasi darat maksimal Rp5 juta, transportasi laut Rp2 juta, dan transportasi udara Rp10 juta.

“Selain itu bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan bantuan biaya penunjang diagnostik, biaya alat bantu dengar, biaya kacamata, dan biaya homecare dengan maksimum manfaat hingga Rp20 juta dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Erni.

Adapun, lanjut Erni, jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia, terdapat bantuan beasiswa bagi ahli waris peserta yang mengalami kematian hingga Rp174 juta untuk 2 orang anak dengan perincian apabila anak ahli waris masih sekolah TK/SD diberikan beasiswa Rp1,5 juta per tahun maksimal selama 8 tahun. Sedangkan bagi anak ahli waris peserta yang masih bersekolah di tingkat SMP diberikan bantuan beasiswa Rp2 juta per tahun maksimal selama 3 tahun.

Selanjutnya,  ahli waris peserta yang bersekolah di tingkat SMA diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per tahun selama maksimal 3 tahun, dan bagi ahli waris peserta tengah menjalani kuliah diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp12 juta per tahun selama maksimal 5 tahun.

Bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan sementara tidak mampu bekerja, akan mendapatkan manfaat bantuan uang tunai sebesar gaji yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar 100 persen maksimal selama satu tahun.

Jika terjadi kematian, ahli waris akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp20 juta. Biaya pemakaman Rp10 juta, santunan berkala Rp12 juta dengan total santunan sebesar Rp42 juta.

Erni berharap dengan adanya perlindungan ini terhadap pedagang kaki lima dan pendamping PKL ini, mereka menjadi lebih tenang dalam melakukan pekerjaannya yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas kerjanya.

“Terakhir, kami berharap perusahaan-perusahaan lain di Kota Bandung dapat berpartisipasi aktif menyisihkan dana CSR untuk perlindungan para pekerja rentan,” tutup Erni.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds