Triwulan III Tahun 2021, Klaim BPJAMSOSTEK Cimahi Capai Rp244,97 M

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Cimahi, secara kumulatif hingga triwulan III Tahun 2021 telah membayarkan klaim peserta mencapai Rp244,97 miliar untuk 20.050 kasus.


Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Cimahi, Agus Suprihadi mengatakan, pembayaran klaim tersebut terdiri dari empat program BPJAMSOSTEK, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Jika dirinci sampai dengan periode 30 September 2021 klaim pembayaran manfaat JHT sebesar Rp216,61 miliar terdiri dari 17.755 kasus, klaim pembayaran manfaat JP sebesar Rp5,05 miliar terdiri dari 765 kasus, klaim pembayaran manfaat JKM sebesar Rp15,76 miliar terdiri dari 359 kasus dan klaim manfaat JKK sebesar Rp7,55 miliar terdiri dari 1.171 kasus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk pembayaran manfaat dan jumlah kasus klaim masih didominasi oleh JHT yang merupakan manfaat uang tunai yang dibayarkan sekaligus kepada peserta pada saat berhenti bekerja (PHK atau mengundurkan diri), memasuki usia pensiun, meninggal dunia, atau mengalami cacat total tetap serta kepesertaan minimal 10 tahun untuk klaim sebagian dari 10 persen atau 30 persen.

Baca Juga: Tingkatkan Imunitas, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar di Bandung

Syarat atau dokumen yang diperlukan saat hendak mengajukan klaim JHT bagi yang mengundurkan diri, terkena PHK dan WNI yang ingin keluar dari Indonesia yaitu:

  • Kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK
  • e-KTP atau KTP elektronik
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Buku tabungan
  • Surat keterangan berhenti bekerja, surat pengalaman kerja, surat perjanjian kerja, atau surat penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika ada.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Jaminan Pensiun Triwulan III Rp33,4 Miliar

Sementara bagi WNA yang ingin meninggalkan wilayah NKRI, dokumen yang diperlukan untuk klaim JHT adalah Kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK, paspor yang masih berlaku, Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS), buku tabungan, surat pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia, surat keterangan berhenti bekerja atau surat kontrak kerja, serta NPWP.

“BPJAMSOSTEK akan terus memberikan perlindungan jaminan sosial, terlebih program jaminan sosial ini bagian bentuk perlindungan diri bagi pekerja yang diselenggarakan oleh negara untuk menjamin setiap warga negaranya dalam mendapatkan kebutuhan hidup dasar yang layak,” tutup Agus.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds