Rizal Ramli : Pejabat Harus Jadi Contoh Warga dengan Membayar Pajak

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pandora Papers telah menguak skandal pajak terbesar yang melibatkan pejabat dan pengusaha besar di seluruh dunia. Di antara nama yang ada, dua pejabat asal Indonesia masuk di dalamnya.


Menurut Rizal Ramli, menghindari pajak bukan barang baru bagi orang berkuasa dan kaya di seluruh dunia untuk menghidari beban pajak. Di Eropa dan Amerika, pajak sangat tinggi bagi orang-orang kaya.

“Mereka cari jalan supaya gak bayar tarif pajak yang begitu tinggi di negaranya. Caranya mereka buat perusahaan shell (cangkang), perusahaan ecek-ecek lah di negara-negara yang ada aturan beban pajaknya kecil atau nol,” kata mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu dalam podcast bertajuk “Rizal Ramli Bongkar Habis ‘Pandora Papers” dikutip dari akun Youtube Waspada TV, Selasa (26/10).

Ia menceritakan di Swiss menjadi tempat penggelapan pajak para penguasa dan orang-orang kaya di dunia. kekayaan yang didapatkan biasanya bersumber tidak jelas, baik itu hasil korupsi, dan lain-lain, membuat perusahaan shell company atau perusahaan tunggangan dengan nama-nama orang lain berlapis-lapis agar pemain utamanya tidak diketahui, di suatu negara yang mempunyai aturan beban pajak sangat kecil.

Biasanya, negara yang menjadi tujuan adalah di kepulauan Karibia, Panama, dan lain sebagainya, yang memang mencoba menarik uang dari seluruh dunia. “Tapi ada juga yang kurang canggih, pejabat Indonesia, eh kelihatan namanya. Tujuannya menghidari beban pajak di negaranya,” ungakapnya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, menghindari pajak bagi seorang pejabat tentu sangat tidak beretika. Karena, masyarakat selalu di kejar-kejar bahkan mendapat hukuman bila tidak membayar pajak, sementara para pejabatnya justru menghindari wajib pajak.

“Artinya, sebagai pejabat harus kasih contoh jadi warga negara yang benar, dengan membayar pajak kepada negara. Jadi itu secara etika tidak benar. Selain ini, saya kira pejabat maupun orang kaya Indonesia swasta banya yang menghindari beban pajak dengan melakukan investasi di Pandora Papers dll,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Presiden Joko Widodo punya hak melakukan pemeriksaan kepada pejabat maupun pengusaha yang melanggar etika maupun melanggar hukum yang tidak membayar pajak.

Menjawab pertanyaan soal kemungkinan maju di Capres 2024, Dr. Rizal Ramli menyatakan, tidak menutup segala kemungkinan hal itu bisa terjadi. “Kalau saya mendapatkan amanah untuk maju dan didukung oleh masyarakat, pasti saya maju, dan saya kepret semua yang gak bener,” tandasnya.

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds