BPJAMSOSTEK Jabar Apresiasi Pemda dan Perusahaan Hingga UMKM Melalui Gelaran Paritrana Award

WAWANCARA: Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto saat memberi keterangan kepada wartawan terkait Paritrana Award Tingkat Provinsi jabarr tahun 2020, elasa (26/10/2021).

WAWANCARA: Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto saat memberi keterangan kepada wartawan terkait Paritrana Award Tingkat Provinsi jabarr tahun 2020, elasa (26/10/2021).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat memberikan penghargaan atau Paritrana Award kepada pemerintah daerah, perusahaan hingga UMKM yang memberikan dukungan penuh pada program perlindungan sosial ketenagakerjaan. Penganugrahan tersebut dilaksanakan di Hotel Pullman, Kota Bandung, Selasa (26/10/2021).


Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto mengatakan, Paritrana Award merupakan bentuk apresiasi kepada pemerinah daerah, perusahaan besar sampai terkecil yang sudah mendukung program-program BPJAMSOSTEK.

“Peringkat pertama berhasil di raih Pemda Bekasi. Peringkat kedua Pemda Purwakarta dan ketiga raih oleh Pemda Depok. Kemudian untuk perusahaan besar juara pertama diraih oleh bank BJB,’ ucap Dodo saat ditemui disela kegiatan Penganugerahan Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Paritrana Award) Jawa Barat tahun.

Parameter penilainnya, sambung Dodo, meliputi dukungan melalui regulasi maupun alokasi anggaran untuk membayar iuran pekerja rentan. Dimana semakin besar cakupan kepesertaannya maka penilaian semakin besar dan baik.

“Misalnya Kota Bekasi, sangat luar biasa dan lengkap, bahkan pemulung di Bantar Gebang dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk seluruh ASN, non ASN, pekerja formal dan lain sebagainya, diwajibkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” tuturnya.

Dodo mengimbau kepada seluruh cabang kota dan kabupaten untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah masing-masing, serikat pekerja/buruh hingga pengusaha, dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Untuk pegawai formal saja, rata-rata di setiap daerah baru 40 persen, sedangkan dari sektor pekerja informal baru 5 persen. Maka ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama untuk memperluas cakupan kepesertaan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum berharap, semua stakeholder terkait termasuk BPJAMSOSTEK Jabar secara masif melakukan edukasi maupan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja informal.

“Saya berharap bukan hanya tenaga kerja formal tapi juga pekerja informal juga masuk dalam jaminan sosial ketenagakerjaan. Sehingga tidak hanya kaum buruh atau pekerja formal, tapi seluruh lapisan masyarakat mendapatkan perlindungan” ucapnya.

Kang Uu menambahkan, bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi para pekerja, sehingga dapat melaksanakan aktivitas kerjanya dengan tenang dan nyaman.

“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ikhtiar kita untuk masa depan. Sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama yang belum tersentuh program ini,” pungkasnya.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds

Menkeu Yakin RI Lolos dari Omicron

POJOKBANDUNG.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis Indonesia dapat mengatasi varian baru Covid-19 yaitu Omicron. Saat ini varian …