Dapat Dukungan Penuh, BPJAMSOSTEK Jabar Genjot Peningkatan Jumlah Peserta Lewat Pergub 158 Tahun 2021

SOSIALISASI: Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja bersama Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto dan jajaran saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 158 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Hotel Pullman, Kota Bandung, Senin (25/10/2021). (ist)

SOSIALISASI: Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja bersama Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto dan jajaran saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 158 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Hotel Pullman, Kota Bandung, Senin (25/10/2021). (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat terus menggenjot cakupan jumlah peserta. Salah satunya lewat dukungan Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 158 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.


Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto mengatakan, Pergub 158/ 2021 menjadi yang pertama terbit dalam meindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang telah mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja,” ucap Dodo saat ditemui disela kegiatan Sosialisasi Pergub Nomor 158 Tahun 2021 di Hotel Pullman, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (25/10/2021).

Dodo mengungkapkan, melalui Pergub 158 Tahun 2021 seluruh pekerja di Jabar menjadi sasaran cakupan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik pekerja penerima upah atau formal, pekerja bukan penerima upah atau informal, kemduian pekerja Migran Indonesia, pekerja sektor jasa intruksi dan pegawai non ASN.

“Sejauh ini yang sudah terdaftar pekerja formal baru 40 persen, sedangkan pekerja informal baru 5 persen. Paling banyak sektor informal banyak belum terdaftar. Jadi masih banyak pekerja di Jabar yang belum terdaftar dan kami akan terus berusaha tingkatkan jumlah peserta,” ujarnya.

WAWANCARA: Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, Dodo Suharto memberi keterangan kepada wartawan saat diwawancara terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 158 Tahun 2021, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: BPJAMSOSTEK Patuhi Putusan MK, Tetap Fokus Perluas Cakupan Kepesertaan

Dodo berharap, Pergub 158 Tahun 2021 bisa mendorong cakupan peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jabar. Ia menargetkan, sampai akhir 2021 terjadi peningkatan jumlah peserta dibandingkan dengan jumlah pada awal tahun 2021.

“Target kami paling tidak bisa mencapai 4,6 juta pekerja di Jabar terlindungi BPJAMSOSTEK,” tandasnya.

Baca Juga: BPJAMSOSTEK Apresiasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Atlet PON XX

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengungkapkan, ada lima jenis jaminan BPJS Ketenagakerjaan dalam Pergub tersebut. Kelima jenis jaminan itu meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang disesuaikan dengan klasterisasi perusahaan.

“Ini sudah kita undangkan pada 27 Agustus 2021. Tentu saja dengan adanya Peraturan Gubernur ini jaminan untuk tenaga kerja kita, khususnya untuk non-ASN lebih jelas,” kata Setiawan.

Lebih jauh Setiawan menjelaskan, jaminan kehilangan pekerjaan merupakan amanat Undang-Undang Cipta Kerja. Selain uang pesangon, pekerja atau buruh yang diberhentikan dari tempat kerja berhak mendapatkan jaminan kehilangan pekerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Loading...

loading...

Feeds

Menkeu Yakin RI Lolos dari Omicron

POJOKBANDUNG.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis Indonesia dapat mengatasi varian baru Covid-19 yaitu Omicron. Saat ini varian …