Transfer Depo Sampah, Perlu Lahan yang Lebih Luas

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, SOREANG- Proses pengangkutan sampah dari sumbernya menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tak selalu berjalan mulus.


Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung telah menyediakan lokasi yang disebut dengan transfer depo di Jalan Citaliktik Soreang.

Namun sayangnya, luas lahan untuk transfer depo itu masih kurang memadai.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Yula Zulkarnain mengatakan jika ada kendaraan sampah yang tidak mampu membuang sampah langsung ke TPA Sari Mukti Kabupaten Bandung Barat, misalnya karena hujan lalu jalannya licin sehingga terjadi kemacetan di TPA, maka sampah akan diturunkan di lokasi yang diberi nama transfer depo.

Selanjutnya sampah akan dipindahkan ke tronton untuk selanjutnya dibuang ke TPA.

“Di belakang itu ada istilahnya transfer depo. Butuh lahan minimal dua kali lipat dari yang sekarang,” ujar Yula, Jumat (22/10).

Dikarenakan sejak beberapa hari terakhir ini armada tronton DLH Kabupaten Bandung melakukan operasi bersih bersama alat beratnya.

Sehingga, ada sedikit timbunan sampah. Hal tersebut, menimbulkan bau yang menyengat. Ditambah lagi dengan adanya kondisi cuaca yang berubah-ubah.

“Kalau dalam kondisi hujan panas hujan panas, pasti begitu, apalagi ada sampah yang masih ada tertimbun di belakangnya, tapi enggak sering juga ya,” tutur Yula.

Kemudian karena belum memadainya jumlah kendaraan pengangkut sampah, kata Yula, membuat petugas menjadi kerepotan. Pasalnya, saat ini Kabupaten Bandung hanya memiliki 110 truk sampah, padahal kebutuhannya mencapai 570 sampai 700 truk sampah.

“Jadi, jangan salahkan kami kalau tidak terangkut karena sarana prasarannya juga masih belum memadai, pasti ada sampah-sampah yang tidak terangkut,” kata Yula.

Terkait dengan timbunan sampah liar, Yula mengungkapkan, biasanya ada pada tanah-tanah yang tidak bertuan atau area pinggir jalan. Timbunan sampah juga bisa muncul di gorong-gorong, utamanya yang berada di wilayah perbatasan dengan daerah lain.

“Macam-macam ya (sampahnya), tapi jenis plastik sih kebanyakan yang menyumbat. Terakhir, kami juga operasi bersih bersama warga kecamatan dan kader Bedas Bersih Sampah pada gorong-gorong di Desa Sayati,” ungkap Yula.

Untuk mengatasi masalah sampah di gorong-gorong, pihaknya biasa bekerja sama dengan DPUTR Kabupaten Bandung. Jadi, DPUTR yang melakukan pemeliharaan drainase lalu sampahnya diangkut oleh DLH Kabupaten Bandung.

“Kalau lihat dipinggir jalan ada kantong sampah warna kuning, ya itu yang kita angkut dari saluran,” pungkas Yula. (fik)

Loading...

loading...

Feeds

Menkeu Yakin RI Lolos dari Omicron

POJOKBANDUNG.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis Indonesia dapat mengatasi varian baru Covid-19 yaitu Omicron. Saat ini varian …