Bupati Bandung Berikan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Guru Ngaji

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Launching Pendidikan Keagamaan melalui program sekolah mengaji bagi warga kabupaten Bandung secara resmi dibuka Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Desa Tertinggal, Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Polresta Kabupaten Bandung, Koramil 0624, tokoh masyarakat, tokoh Agama, serta peserta undangan lainnya.

Dr.(HC) Drs. A.Halim Iskandar, M.Pd, menjelaskan, menteri Desa tertinggal dan tranmigrasi sangat mendukung adanya kegiatan launching pendidikan keagamaan di kabupaten bandung.

“Semoga kedepannya menjadi motivasi dan potensi bagi anak usia dini dalam pembelajaran Al quran yang lebih serius lagi,” ungkapnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, pembukaan launching pendidikan keagamaan ini untuk menumbuhkan keyakinan dan mempertebal keimanan serta memperdalam Al–Quran sebagai pegangan hidup baik didunia dan akhirat.

“Launching ini adalah program Bupati Bandung untuk membiasakan Anak usia dini belajar membaca Al–Quran, dan kami mengamanatkan kepada para ustadz dan ustazdah untuk lebih meningkatkan lagi pembelajaran Al–qur’an terhadap anak anak,” ujarnya.

Kadisdik Kabupaten Bandung, Juhana mengajak, semua warga untuk meningkatkan budaya mengaji, menulis dan meningkatkan ketaqwaan dan keimanan terhadap Allah SWT. Pihaknya juga akan terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait, serta ditunjang dengan pendidikan formal akan lebih baik menjadi bekal bagi anak usia dini.

Sebagai bentuk perhatian bagi 16.000 Guru Keagamaan yang akan menciptakan generasi quran’i akan diberikan nilai insentif berupa uang transfer non tunai dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan secara simbolis pemberian kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi para Guru Keagamaan dan simbolis penyerahan secara langsung klaim jaminan kematian sebesar Rp42 juta, Jaminan Hari Tua sebesar Rp2,2 juta dan jaminan pensiun sebesar Rp356 ribu per bulan untuk perangkat Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih yang meninggal dunia yang diterima oleh istri Alm. Jaenal Abidin, ibu Sunarni, dimana penyerahan klaim tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Desa dan Transmigrasi.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya, Dewi Mulya Sari menuturkan, pihaknya sangat mendukung penuh program perlindungan BPJAMSOSTEK bagi Guru Keagamaan melalui Program Sekolah Mengaji.

“Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan ini berguna bagi para Guru ngaji agar lebih aman dan menghindari risiko yang terjadi pada saat memberikan pendidikan keagamaan bagi warga Kabupaten Bandung, khususnya untuk mencerdaskan bangsa dan menciptakan generasi pecinta Qur’ani,” ujar Dewi.

Lebih lanjut, Dewi berharap, dengan adanya perlindungan bagi Guru Mengaji dan pembayaran klaim BPJAMSOSTEK bagi Perangkat Desa Rahayu yang meninggal dunia dapat meringankan beban dan memberikan kesejahteraan.

“Pemerintah Desa Rahayu termasuk yang sadar perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tidak tanggung-tanggung mengikuti keseluruhan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun. Sehingga pada perangkat manakala mengalami resiko sosial bisa mendapatkan manfaat salah satunya pensiun Janda yang diterima oleh istri Alm. Jaenal Abidin,” pungkasnya.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds

Menkeu Yakin RI Lolos dari Omicron

POJOKBANDUNG.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis Indonesia dapat mengatasi varian baru Covid-19 yaitu Omicron. Saat ini varian …