Penjahat Siber Incar Pecinta Games

Ilustrasi: Ancaman dibalik tren bermain game selama masa pandemi Covid-19. (Istimewa)

Ilustrasi: Ancaman dibalik tren bermain game selama masa pandemi Covid-19. (Istimewa)

POJOKBANDUNG.com- Selama pandemi Covid-19 yang melanda dunia hampir 2 tahun belakangan, banyak orang kini terpaksa lebih lama berdiam diri di rumah.


Bekerja, belajar dan beribadah kini lebih banyak dilakukan dari rumah juga.

Banyaknya kegiatan yang dilakukan hanya dari rumah tentunya bikin bosan.

Tak ayal, banyak survey mengatakan kalau selama pandemi Covid-19 terjadi, lebih banyak orang saat ini bermain game lewat berbagai platform mulai dari konsol, PC atau gawai mobile.

Bicara game di masa pandemi, nyatanya kesempatan ini juga ditangkap oleh para penjahat siber untuk melancarkan aksinya. Lebih dari 5,8 juta serangan oleh malware yang menyamar sebagai game PC populer terdeteksi dan dicegah oleh solusi Kaspersky pada Q3 2020 hingga Q2 2021.

Peningkatan volume ini mungkin terkait dengan pertumbuhan pesat aktivitas game selama pandemi. Data tersebut berasal dari laporan ancaman siber terkait game yang baru dirilis oleh Kaspersky, di mana para peneliti menilai terdapat perubahan ancaman terkait game selama pandemi.

Industri game menyaksikan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 18 bulan terakhir, sebagian, berkat pengguna yang dipaksa untuk menemukan sarana hiburan alternatif saat mereka tinggal di rumah.

Meskipun dunia telah menjadi lebih aman tahun ini, permintaan akan game tetap ada, dan industri ini diprediksi akan tumbuh lebih jauh lagi.

Dengan pemikiran ini, para peneliti Kaspersky melakukan ulasan tentang berbagai ancaman terkait game yang dihadapi penggunanya selama pandemi mulai dari potensi serangan pada PC dan seluler, hingga skema phishing.

Untuk mendapatkan gambaran jelas tentang tren ini, Kaspersky menganalisis serangan dengan malware dan perangkat lunak berbahaya lainnya yang menyamar sebagai 24 game PC paling populer dan 10 judul ponsel teratas tahun 2021.

Hasilnya menunjukkan bahwa ancaman siber terkait game PC melonjak seiring diterapkannya masa lockdown di Q2 2020, mencapai 2,48 juta deteksi di seluruh dunia ini meningkat 66 persen dibandingkan Q1 2020 ketika 1,48 juta serangan terdeteksi.

Menariknya, tahun ini jumlah serangan dan pengguna yang terinfeksi menurun tajam pada Q2 2021 menjadi hanya 636.904 serangan.

Game seluler menunjukkan tren yang sedikit berbeda, dengan jumlah pengguna yang terpengaruh tumbuh sebesar 185 persen pada awal pandemi, dari 1.138 pengguna pada Februari 2020 menjadi 3.253 pengguna pada Maret 2020.

Selain itu, jumlah pengguna yang bersantai di ponsel tidak turun secara signifikan setelah dua gelombang pandemi, menunjukkan rata-rata hanya penurunan 10 persen pada pengguna yang diserang per bulan pada Q2 2020 dibandingkan Q2 2021.

Berbicara tentang game populer, Minecraft menduduki peringkat puncak untuk kategori PC dan seluler sebagai game yang paling sering dimanfaatkan untuk menyamarkan distribusi perangkat lunak dan malware berbahaya lainnya.

Popularitas Minecraft yang luar biasa seperti itu dapat dijelaskan oleh fakta bahwa terdapat banyak versi dan segudang mod atau modifikasi tambahan yang dapat dipasang di permainan untuk meningkatkan pengalaman bermain game.

Biasanya, mod dibuat oleh pengguna dan bersifat tidak resmi, sehingga memberikan kesempatan penyamaran yang mudah untuk menyelipkan muatan berbahaya atau perangkat lunak yang tidak diinginkan.

Sepanjang Juli 2020 hingga Juni 2021, sebanyak 36.336 file yang disamarkan sebagai Minecraft telah didistribusikan. Mereka telah memengaruhi setidaknya 184.887 pengguna PC dan mengakibatkan 3.010.891 percobaan infeksi, dimana itu hampir setengah dari serangan dan file yang terdeteksi selama periode ini.

Selain game Minecraft, game lainnya yang terdeteksi borpotensi dimanfaatkan oleh hacker adalah The Sims 4, PUBG, Fortnite, dan Grand Theft Auto (GTA) V.

Kelima judul game PC di atas disebut merupakan game yang paling sering digunakan sebagai penyamaran penyebaran malware dan software asing berbahaya secara global, Q3 2020 hingga Q2 2021.

Sementara sebagian besar file yang didistribusikan dengan kedok game populer adalah pengunduh (downloader) program yang mampu mengunduh adware dan perangkat lunak lain ke perangkat yang terinfeksi, dalam beberapa kasus, para pengguna PC dan seluler menghadapi ancaman yang jauh lebih serius, termasuk Trojan-stealers yang dirancang untuk mencuri data terkait mata uang kriptto dan data berharga lainnya, Trojan-banking dan bahkan backdoors.

“Kami telah menyaksikan efek yang cukup jelas dari pandemi terkait jumlah ancaman berkedok game populer. Karena semakin banyak orang beralih ke game, semakin banyak pengguna menghadapi ancaman yang disamarkan sebagai game,” komentar Anton V. Ivanov, peneliti keamanan di Kaspersky.

Ia menambahkan, dua cara populer untuk menyebarkan ancaman adalah halaman atau page phishing. Vektor serangan lainnya adalah lewat situs berkedok situs game.

“Dengan perkembangan fitur dan mata uang dalam game, industri game menjadi lebih menarik bagi para pelaku kejahatan siber. Mungkin risiko terburuk mengenai ancaman terkait game adalah hilangnya kredensial akun baik itu detail login ke akun game atau, lebih buruk lagi, aplikasi perbankan atau cryptocurrency” tambahnya.

Melihat potensi tersebut, ia menuturkan secara keseluruhan penting untuk tetap berpegang hanya pada toko resmi. Kemudian, tetap waspada saat melihat konten terkait game sangat penting untuk memperoleh pengalaman yang aman.

(jawapos)

Loading...

loading...

Feeds

Flyover Simpang Padalarang Resmi Dibuka

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membuka dan mengaktifkan jalan layang (Flyover) Simpang Padalarang beroperasi. Rencananya Flyover …
54 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Pengajian di Cianjur

Kasus Covid-19 di KBB Tinggal 4 Orang

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan 4 orang. Berdasarkan data Satgas Covid-19 …