Kabupaten Bandung Miliki Banyak Bibit Pesilat Handal Potensi Jadi Atlet Unggulan

POJOKBANDUNG.com, SOREANG- Kabupaten Bandung dinilai memiliki potensi bibit atlet untuk cabang olahraga pencak silat.


Salah satu pelatih Pelatda cabor pencak silat Jabar, Sandy Khardani Permana mengungkapkan, Kabupaten Bandung memiliki  banyak perguruan pencak silat dan itu tersebar hampir di seluruh daerah.

Sehingga, menurutnya, tidak akan sulit untuk menemukan atlet pencak silat. Namun, kata dia, semua akan kembali kepada pembinaannya.

“Yang terpenting adalah pembinaan regenerasi karena ada batasan usia atlet yang bisa bertanding pada suatu event nasional,” ujar Sandy via ponsel.

Kata Sandi, bibit atlet di Kabupaten Bandung bahkan mulai dari pelajar dan berbagai usia yang ada di perguruan-perguruan yang tersebar di Kabupaten Bandung.

Sehingga, yang harus dipikirkan menurutnya adalah terkait program pembinaannya.

“Artinya SDM ini harus dibina untuk beberapa tahun yang akan datang, itu yang penting, karena memang untuk membentuk suatu atlet itu tidak mudah, membutuhkan waktu yang lama,” tutur Sandi.

Sebagai informasi, dalam perhelatan PON XX Papua 2021 cabang olahraga pencak silat Jawa Barat memeroleh 14 medali diantaranya 6 medali emas, 5 perak dan 3 perunggu.

Dari para peraih medali tersebut, 2 diantaranya atlet pencak silat binaan Kabupaten Bandung yaitu Oki Oktavian dan Zaen Nurdin yang memenangkan medali perunggu pada kategori Ganda Putra Seni.

Sementara, Hanifan, sang peraih medali emas yang berdomisili di Soreang, Kabupaten Bandung, merupakan atlet pencak silat binaan Kota Bandung.

Disinggung terkait perhatian dari pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet, Sandy yang berdomisili di Kabupaten Bandung mengatakan secara keseluruhan bisa dikatakan pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Bandung secara signifikan sudah memberikan perhatian melalui KONI, terutama kepada para atlet binaannya.

Sandy menuturkan, selama 2 tahun dikarantina Pelatda, setiap bulannya atlet mendapat insentif.

“Namun, untuk cabor pencak silat sendiri kemarin sudah ada bentuk perhatian, kita tidak berbicara nominal karena besar kecilnya itu relatif, yang jelas dengan perhatiannya saja, kami sudah bersyukur dan berterima kasih,” ungkap Sandy.

Setelah pelaksanaan PON XX Papua 2021, target para atlet selanjutnya pelaksanaan Porda 2022 dan PON XXl Sumut 2024, sehingga kedepannya pembinaan para atlet perlu terus digenjot.

Menurutnya, untuk bisa bertanding dalam satu event olahraga, butuh latihan secara estafet dengan waktu yang tidak sebentar.

“Dari hasil pertandingan PON XX Papua akan dijadikan dasar untuk latihan-latihan lagi selanjutnya menghadapi event lainnya ke depan,” pungkas Sandy.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds