Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk masarakat adat Baduy di Lebak, Banten. (Humas Ditjen Kebudayaan)

Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk masarakat adat Baduy di Lebak, Banten. (Humas Ditjen Kebudayaan)

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat.


Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di Baduy, Lebak.

Masyarakat suku Baduy ini dianggap rentan tertular Covid-19, karena interaksi dengan warga dan lingkungan.

Kegiatan vaksinasi untuk masyarakat adat Baduy dilakukan oleh Tim Koordinasi Layanan Advokasi Bagi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME.

Tim ini terdiri dari unsur Kemendikbudiristek, Kemenkes, Kemenko PMK, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek Sjamsul Hadi, mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif vaksinasi Covid-19 untuk warga Baduy itu.

“Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat. Tidak terkecuali bagi masyarakat adat,” katanya di Jakarta Jumat (15/10).

Sjamsul menuturkan masyarakat adat merupakan kelompok yang dianggap rentan terhadap penularan covid-19. Sebab mereka berinteraksi dengan orang lain yang keluar masuk lingkungannya.

Selain itu Sjamsul mengatakan Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya memastikan masyarakat atau komunitas adat mampu bertahan dari pandemi. Sehingga mereka tetap bisa beraktivitas dalam kesehariannya.

Ia mengatakan vaksinasi masyarakat adat merupakan hasil kerjasama banyak pihak. Diantaranya adalah Persatuan Urang Baduy (PUB), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat adat ini mendapat respon yang positif dari berbagai pihak terkait,” jelasnya.

Kegiatan vaksinasi yang digelar Kamis (14/10) kemarin dan dihadiri langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin itu diharapkan memutus mata rantai penularan Covid-19. Selain itu untuk memenuhi hak masyarakat adat yang juga bagian dari NKRI. (jawapos)

Loading...

loading...

Feeds