BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Jaminan Pensiun Triwulan III Rp33,4 Miliar

Peserta BPJS Ketenagakerjaan sedang proses pengambilan foto saat mengurus klaim Jaminan Pensiun di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Bandung, Rabu (13/10/2021). (Foto: DOK Humas BPJAMSOSTEK Bandung Suci/Robby Fransisca).

Peserta BPJS Ketenagakerjaan sedang proses pengambilan foto saat mengurus klaim Jaminan Pensiun di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Bandung, Rabu (13/10/2021). (Foto: DOK Humas BPJAMSOSTEK Bandung Suci/Robby Fransisca).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Salah satu program BPJAMSOSTEK adalah Jaminan Pensiun (JP). Jaminan diberikan ketika peserta berusia 57 tahun atau meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Saat ini Kantor Cabang Bandung Suci sudah membayarkan klaim JP hingga triwulan III tahun 2021 sebesar Rp33,4 miliar.


Jika dirinci klaim manfaat Jaminan Pensiun yang dibayarkan ini terdiri dari manfaat pensiun janda/duda (MPJD) dengan nominal sebesar Rp4.975.798.415,00. Kemudian manfaat pensiun anak (MPA) dengan nominal sebesar Rp298.347.720,00. Manfaat pensiun orang tua (MPOT) dengan nominal sebesar Rp336.535.410,00 dan manfaat lumpsum dengan nominal sebesar Rp27.843.760.439,00.

Total ahli waris janda/duda, anak dan orang tua di Kota Bandung yang terlindungi BPJAMSOSTEK dan mendapatkan manfaat pensiunan per bulan layaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah sebanyak 12.000 orang dan 47.000 orang lainnya mendapatkan pensiunan sekaligus.

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Erni Purnamawati mengatakan, Jaminan Pensiun manfaat pensiun janda/duda (MPJD), manfaat pensiun anak (MPA), manfaat pensiun orang tua (MPOT), manfaat pensiun hari tua (MPHT) dan manfaat pensiun cacat (MPC) dibayarkan setiap bulannya terhitung sejak peserta berhenti bekerja (baik karena pensiun atau mengalami kecacatan).

Jika peserta wafat, istri atau suaminya akan merasakan manfaat JP, dan jika pasangannya pun wafat maka manfaatnya akan dirasakan hingga anaknya yang kedua berusia 23 tahun, sudah bekerja, atau sudah menikah.

Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT) berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.

Manfaat Pensiun Cacat (MPC) berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%) yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali.

Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD) berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta meninggal dunia bila masa iur kurang dari 15 tahun, dimana masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.

Manfaat Pensiun Anak (MPA) berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun atau bekerja atau menikah dengan kondisi peserta, meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun.

Masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80% dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau Janda/duda yang memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.

Baca Juga: Atlet Gantole yang Alami Insiden Saat PON XX Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT) berupa manfaat yang diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80%.

Jika tidak memenuhi density rate peserta akan memperoleh Jaminan Pensiun secara Lumpsum yaitu dimana peserta mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Jaminan Pensiun Triwulan III Rp33,4 Miliar

Sedangkan peserta yang mendapatkan manfaat secara berkala setiap bulannya adalah pekerja yang masa kepesertaannya sudah memasuki usia 15 tahun.

“Iuran Jaminan Pensiun ini dibayarkan secara bersama oleh pekerja dan perusahannya masing-masing sebesar 1% dan 2% tiap bulannya yang dipotong dari total upah peserta. Namun, program Jaminan Pensiun ini dikhususkan hanya kepada peserta penerima upah (PU). Sedangkan pekerja mandiri dapat mendaftar pada program Jaminan Hari Tua (JHT) yang secara garis besar memiliki manfaat yang sama,” tutup Erni.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …