Dorong Pemulihan Ekonomi, Apindo Jabar: SE Gubernur Jabar Jaga Stabilitas Dunia Usaha

PRODUKSI: Seorang pekerja sedang menyelesaikan produksi di salah satu pabrik garmen. (ist)

PRODUKSI: Seorang pekerja sedang menyelesaikan produksi di salah satu pabrik garmen. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar Nomor: 163/KB.05.01.02. SE tersebut merupakan ksalah satu kebijakan untuk mendorong pemulihan dan peningkatan ekonomi, khususnya sektor industri di masa pandemi Covid-19.


Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik mengatakan, SE tersebut dinilai bisa menjaga stabilitas iklim usaha, khususnya di Jabar.

“Semua pengusaha yang tergabung dalam berbagai macam asosiasi, harus bersinergi menjaga kondusifitas dunia usaha. Sehingga tidak malah berkompetsi, terutama di era pandemi saat ini,” ucap Ning dalam keterangan pers yang diterima, Selasa, (12/10/2021).

Ning melanjutkan, semakin bakin banyak asosiasi makan akan banyak anggota yang terjaga dan iklim usaha semakin kondusif.

“Jabar memiliki potensi dan tantangan yang sama-sama besar,” sambung Ning.

Dalam SE salah satu poinnya tersebut berbunyi Kepada perusahaan yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 200 orang agar dapat bergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk memudahkan koordinasi dan kerjasama berkaitan dengan ketenagakerjaan dan hubungan industrial.

“Saya tegaskan kembali bukan berarti yang jumlah karyawannya di bawah 200 orang tidak penting. Tapi tujuannya agar usaha di Jabar terdata dengan jelas sehingga memudahkan koordinasi dan kerjasama berkaitan dengan ketenagakerjaan dan hubungan industrial,” imbuhnya.

Kata Ning, SE dibuat didasari atas keprihatinan karena banyak perusahaan yang melakukan relokasi atau keluar dari Jabar kemudian pindah ke provinsi lain dan ada juga perusahaan yang tutup dan semua tidak tercatat dengan baik.

”Kami berpikir apabila memiliki data perusahaan sebagai anggota kami, maka ada beberapa hal yang bisa kami deteksi lebih awal, pelajari, petakan dan komunikasikan untuk kemudian dicarikan langkah solutif terbaik sehingga bisa kita cegah adanya relokasi maupun perusahaan yang tutup,” paparnya.

Ning menuturkan, relokasi dan tutupnya perusahaan efeknya sangat besar. Salah satunya angka pengangguran naik secara signifikan. Apalagi banyak perusahaan yang relokasi dan tutup ini adalah perusahaan padat karya dengan jumlah berkisar di 150 perusahaan sampai saat ini.

“Dan jumlah pengangguran terbuka kita di 2021 berjumlah 2,1 juta atau 24,9 persen dari total pengangguran nasional,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …