GIZ Indonesia Dukung Unpar Dirikan Pusat Studi Diaspora

Unpar menjadi salah satu lembaga yang terlibat dalam peluncuran Platform Multi Stakeholder CLSI yang memfasilitasi keterlibatan diaspora dalam visi Indonesia 2030. (ist)

Unpar menjadi salah satu lembaga yang terlibat dalam peluncuran Platform Multi Stakeholder CLSI yang memfasilitasi keterlibatan diaspora dalam visi Indonesia 2030. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Katolik Parahyangan menjadi salah satu lembaga yang terlibat dalam peluncuran Platform Multi Stakeholder Collective Leadership Specialist Indonesia (CLSI) yang memfasilitasi keterlibatan diaspora dalam visi Indonesia 2030.


Di sisi lain, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNPAR telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan GIZ Indonesia, dimana salah satu poinnya adalah GIZ mendukung pendirian Pusat Studi Diaspora di lingkungan UNPAR.

Terbentuknya platform itu merupakan langkah konkret dari bertemunya para giat isu diaspora Indonesia dari berbagai kalangan, seperti perwakilan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP), UNPAR, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Indonesian Diaspora Network Global (IDN-G), Diaspora Connect, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Prakarsa, dan GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) Indonesia.

Platform ini merupakan hasil dari pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan yang didukung oleh Program Migrasi & Diaspora GIZ Indonesia, mengenai tata kelola migrasi serta isu-isu diaspora oleh Collective Leadership Institute (CLI) yang berbasis di Jerman.

Sebelumnya, pada 7-8 Oktober 2021 Dialog Multipihak telah berlangsung secara hybrid. Di sesi pertama, turut hadir sejumlah perwakilan dari kalangan pemerintahan seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu); KSP; Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; serta Kementerian Dalam Negeri.

Di sesi kedua, beberapa aktor kunci yang diundang diantaranya adalah: Penasihat Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di Luar Negeri Siti N. Mauludiah; Ketua Dewan Pembina IDN-G Dr. Dino Patti Djalal; Laksdya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H, M.H, M.Tr selaku Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS); Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran Prof. Susi Dwi Hariyanti; serta Dr. Muhammad Aziz selaku Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).

“UNPAR menjadi salah satu lembaga yang terlibat dalam platform multipihak tersebut. Sejak awal digagasnya kegiatan ini, UNPAR berinisiatif untuk berperan sebagai host kegiatan dengan didukung oleh Program Migration and Diaspora (PMD), lembaga pembangunan Pemerintah Jerman untuk Kerja Sama Pembangunan Internasional atau GIZ Indonesia,” tutur Anggia Valerisha selaku Wakil Ketua Pelaksana Dialog Multipihak sekaligus dosen Hubungan Internasional (HI) UNPAR, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10/2021).

Dalam pelaksanaannya, Elisabeth A Satya Dewi yang merupakan Ketua Jurusan HI UNPAR bertugas menjadi Ketua Pelaksana Dialog Multipihak. Dibantu Nuning Purwaningrum Hallet dari IDN United.

Anggia menuturkan, platform tersebut lahir dari hasil pelatihan selama kurang lebih 6 bulan, sejak Februari 2021. GIZ Indonesia bekerja sama dengan CLI Jerman menyelenggarakan kursus pelatihan kepemimpinan kolektif kepada aktor-aktor terkait di bidang Tata Kelola MIgrasi dan Diaspora.

Pelatihan ini terdiri dari tiga modul yang disesuaikan dengan kekuatan dan kebutuhan sistem pemangku kepentingan Indonesia yang relevan dan akan menggabungkan pembelajaran dari pekerjaan yang sedang berlangsung dalam isu diaspora.

“Ketiga modul kepemimpinan tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas dialog dan aksi seputar kebijakan migrasi dan diaspora. Para peserta pelatihan dilengkapi dengan seperangkat alat kepemimpinan profesional, kapasitas keterlibatan pemangku kepentingan, dan keterampilan fasilitasi dialog untuk pengaturan multi-pemangku kepentingan (multi-stakeholders dialog),” ujarnya.

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …