ITB dan UI Teliti Temuan Benda yang Diduga Fosil Hewan Purba di Bandung Barat, Ini Hasilnya

POJOKBANDUNG.com, CIPONGKOR- Peneliti paleontologi ITB dan UI melakukan penelitian terhadap temuan fosil oleh masyarakat di Kampung Suramanggala RT 1/1, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, kabupaten Bandung Barat (KBB).


Para peneliti tersebut melakukan pengambilan sempel beberapa tulang belulang yang ditemukan di lokasi berdasarkan informasi dari masyarakat setempat.

Paleontologi ITB, Mika Rizki Puspaningrum menjelaskan, berdasarkan temuan sementara di lokasi pihaknya menemukan belasan tulang dari 3 jenis binatang vertebrata (bertulang belakang).

“Kita tadi menemukan belasan tulang dari keluarga sapi, rusa dan ada satu tulang dari seekor gajah,” katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (10/10).

Mira mengatakan, lokasi tersebut kemungkinan besar merupakan area sungai maupun cekungan. Hal itu berdasarkan pengamatan di lokasi temuan fosil yang diduga berusia ribuan tahun.

“Mungkin mereka (fosil) bisa saja mati di tepian sungai setelah terurai terbawa sungai. Bahkan bisa saja area ini dulunya hutan dan ada sungainya juga,” jelasnya.

Mika menyebut, berdasarkan temuan fosil di lokasi ukuran hewan tersebut berukuran tidak jauh dari yang sekarang seperti tulang kaki, punggung, gigi dan yang lainnya.

“Kelihatannya tidak berbeda jauh ukurannya dengan yang sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, disinggung terkait penemuan fosil tulang gajah, Mika menyebut, hal itu membuktikan bahwa gajah pernah hidup di Pulau Jawa.

“Kalau kerbau dan sapi kan masih ada hingga saat ini di pulau Jawa. Tetapi untuk gajah sendiri di pulau Jawa habitat gajah sudah tidak ada dan kita harus mengetahui kapan gajah itu punah di pulau Jawa,” terangnya.

Sementara itu, Dosen Geologi UI, Sukiatoh mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan hewan yang mati lantaran aktivitas perburuan di masa lampau. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan adanya fosil manusia purba.

“Kebanyakan tulang panjang bagian kaki, lengan, bagian tubuh, gigi, dan tulang kepala.

Di lokasi banyak elemen tubuh seperti kepala, kaki, tangan, tulang belakang, dan bagian kepala. Kita tidak tahu apakah ini dari satu organisme yang sama atau beda,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan ditemukannya fosil hewan purba. Pasalnya, temuan tersebut penting bagi berkembang ilmu pengetahuan.

“Karena semua ilmu dan penelitian yang kita lakukan harus kembali lagi ke masyarakat. Informasinya mungkin bisa jadi nilai tambah wisata,” pungkasnya. (kro)

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …

Rizal Ramli Dinilai Bisa Selesaikan Multikrisis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Indonesia yang sedang mengalami multikrisis membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan kemauan dalam melakukan perubahan. Selain itu, …