Resepsi Pernikahan Boleh Digelar, Pengusaha Katering dan WO di Kabupaten Bandung Sumringah

Pelaku bisnis catering dan dan Wedding Organizer (WO) asal Kabupaten Bandung/IST

Pelaku bisnis catering dan dan Wedding Organizer (WO) asal Kabupaten Bandung/IST

POJOKBANDUNG.com, SOREANG- Pengusaha katering dan dan Wedding Organizer (WO) menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang mengizinkan kegiatan berskala besar seperti resepsi pernikahan, pesta, festival, konferensi hingga konser musik meski pandemi Covid 19 belum usai.


Salah seorang pelaku bisnis katering dan wedding organizer (WO) asal Kabupaten Bandung, Puji Damayanti (30) mengaku gembira jika memang kegiatan berskala besar khususnya acara pernikahan sudah boleh digelar.

Puji mengibaratkan kebijakan tersebut merupakan angin segar untuk bisnisnya.

“Kami pelaku wedding senang, berasa ada angin segar, mudah-mudahan ke depannya bisa normal kembali, meski tetap harus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Puji, Jumat (1/9).

Puji mengaku sudah menjalani bisnis katering sejak duduk di bangku kuliah atau tepatnya tahun 2010.

Dalam usahanya tersebut, Puji bisa meraup omset hingga Rp600 juta per tahun. Namun kondisi tersebut berubah saat pandemi Covid 19 melanda, dimana usaha Puji mengalami penurunan omset hingga 90 persen.

“Setelah pandemi, omsetnya cuma Rp1 juta sampai Rp2 juta per bulan. Karena biasanya kita katering event sekarang banting setirnya ke kuliner online,” ungkap Puji.

“Pandemi ini berdampak banget, yang biasanya kita mengumpulkan massa ya, terus karena ada aturan PPKM jadi dibatasi gitu, jadi yang biasanya 1.000 porsi anjloknya jadi 100 porsi bahkan pada saat PPKM darurat itu cuman 30 porsi dan tidak boleh makan di tempat,” sambungnya.

Memasarkan produk secara online dinilai Puji sebagai salah satu strategi agar bisa bertahan dalam kondisi pandemi.

Puji biasa memasarkan kulinernya melalui aplikasi pesan singkat, media sosial hingga market place.

Selain melakukan bisnis secara online, Puji juga mempunyai strategi marketing untuk menarik pelanggannya dengan slogan “makan sehat harga hemat dan tetap nikmat” dan dengan konsep catering syar’i.

“Karena di Bandung sendiri kan belum banyak ya, jadi catering syar’i itu biasanya ada pemisahan antara makan perempuan dan makan laki-laki,” tuturnya.

Puji berharap pemerintah bisa lebih aktif mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk UMKM.

Kata Puji, program membeli produk UMKM harus dilakukan secara teratur. Dan media sosial pemerintah, bisa ikut serta dalam memperkenalkan produk UMKM.

“Semoga kedepannya usaha catering ini lebih dikenal oleh masyarakat dan pemerintah lebih mendukung produk UMKM, terlebih di masa pandemi ini,” ungkap Puji.

Sementara itu, saat ditanya tentang gelaran pesta pernikahan dengan skala besar, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan boleh digelar asalkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Boleh, tapi diperketat prokesnya,” katanya.

(fik/job-tita)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …