Tingkatkan SDM Pariwisata di Bandung, 40 Orang Dilatih Jadi Pemandu Wisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung latih 40 orang dari berbagai komunitas jadi pemandu pariwisata. (Foto: Murwani Rokhayati/ Radar Bandung).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung latih 40 orang dari berbagai komunitas jadi pemandu pariwisata. (Foto: Murwani Rokhayati/ Radar Bandung).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menggelar pelatihan untuk pemandu wisata. Pelatihan tersebut bertujuan untuk menunjang berkembangnya sektor pariwisata di kota kembang.


“Pemandu wisata yang kami latih berasal dari berbagai komunitas dengan berbagai keahlian,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata Disbudpar, Arie Astuti kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Arie mengatakan, sebelum ini pemandu wisata yang dilatih adalah pemandu wisata di bidang out bond. Mereka punya keahlian lebih di bidang lapangan dan alam. Selain itu ada juga pemandu wisata digitalisasi.

“Sekarang yang kami latih pemandu wisata cagar budaya. Hal ini mengingat, Kota Bandung tengah berupaya menjadi kota cagar budaya dan Bandung sebagai kota pusaka,” jelasnya.

“Sehingga, kami merasa perlu untuk memberi pelatihan kepada pemandu wisata cagar budaya dan museum,” sambungnya.

Peserta pelatihan berjumlah 40 orang. Mereka berasal dari komunitas cagar budaya. Peserta yang ikut juga menyesuaikan dengan kuota yang disediakan.

Para peserta mendapatkan pelatihan tentang bagaimana menjadi pemandu wisata yang baik. Selain itu juga mengenai gedung-gedung bersejarah di Kota Bandung terutama yang menjadi objek wisata.

Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Tantan Surya Santana mengatakan, jumlah Bangunan bersejarah di Kota Bandung sebanyak 1.770. Dengan pembagian bangunan cagar budaya golongan A sebanyak 254 bangunan. Situs cagar budaya 70 situs dan Kawasan cagar budaya sekitar 24 kawasan.

“Diantaranya adalah, Gedung sate dan Gedung Bioskop Dian,” tambah Tantan.

Untuk Gedung cagar budaya degan golongan A, salah satu kriterianya adalah berusia di atas 50 tahun dan mempunyai nilai sejarah. Gedung dengan golongan A tidak boleh mengalami banyak renovasi.

“Kalaupun direnovasi, tidak boleh menghilangkan bentuk aslinya,” kata Tantan.

Untuk pemilik Gedung cagar budaya yang dinilai bisa merawat, maka akan mendapatkan insentif berupa pemotongan PBB sebesar 70 persen.

“Jadi kalau mau bayar PBB, bisa mengajukan permohonan keringanan ke kami. Nanti kami akan berikan surat rekomendasi,” terang Tantan.

Sedangkan untuk Gedung cagar budaya kategori B sebanyak 455 bangunan sedangkan untuk bangunan kategori C sebanyak 1.061.

Dengan diberikannya pelatihan kepada para pemandu wisata ini, diharapkan bisa mengetahui mana bangunan yang bersejarah lengkap dengan sejarah bangunan tersebut.

“Peserta juga diharapkan bisa ikut melestarikan dan juga menyampaikan pengetahuan mereka kepada komunitasnya dan kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Rizal Ramli Dinilai Bisa Selesaikan Multikrisis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Indonesia yang sedang mengalami multikrisis membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan kemauan dalam melakukan perubahan. Selain itu, …

Lembang Diterjang Banjir dan Longsor

POPJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Dua kejadian bencana banjir menerjang Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/10). Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan. …