Tingkatkan Kualitas Produk, Pelaku Industri Kerajinan Kab Bandung Dilatih Kreatif

Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, Emma Dety Dadang Supriatna berfoto bersama dengan peserta pelatihan pengembangan kompetensi SDM ekonomi kreatif. (ist)

Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, Emma Dety Dadang Supriatna berfoto bersama dengan peserta pelatihan pengembangan kompetensi SDM ekonomi kreatif. (ist)

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang menjadi sentra kerajinan terbesar di Jawa Barat. Namun sayangnya, ada banyak kendala yang dihadapi dalam bisnis kreatif tersebut.


Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar pengembangan kompetensi SDM ekonomi kreatif yang bertajuk Pelatihan Bedas Edun, yaitu Bersama Bedas Ekonomi Kreatif Mendunia.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung, Emma Dety Dadang Supriatna mengatakan, industri kerajinan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah dan juga penyerapan tenaga kerja.

“Kabupaten Bandung merupakan salah satu sentra kerajinan di Jawa Barat yang memiliki potensi bahan baku yang sangat memadai,” kata Emma dalam sambutannya, Rancabali, kemarin.

Kata Emma, ada beberapa kelemahan pada industri tersebut diantaranya, kualitas sumber daya manusia atau wirausaha dan juga tenaga kerja yang masih rendah, serta lemah dalam desain produk, kurangnya sentuhan modern serta belum fokus pada komersialisasi produk, dan juga kurang memahami manajemen bisnis yang berdampak pada ketidakberhasilan untuk meningkatkan usaha.

Selanjutnya, perkembangan industri kerajinan di Kabupaten Bandung juga menghadapi beberapa kendala. Yaitu data pemetaan potensi usaha serta nilai ekonomi industri kreatif yang masih sedikit.

Hal tersebut membuat strategi pengembangan yang muncul masih berjalan secara mandiri dan belum melakukan skala prioritas terhadap aspek pengembangan. Selain itu, dengan berbagai keterbatasan akses baik akses teknologi maupun finansial yang berakibat kepada rendahnya kualitas produk yang dihasilkan.

“Lemah dalam desain produk, kurang kreatif, etos kerja dan produktivitas yang rendah, kurang memahami manajemen produksi dan bisnis yang berdampak ketidakberhasilan meningkatkan kapasitas usaha,” tutur Emma.

Oleh karena itu, kepada para pelaku UMKM, Emma berharap bisa memanfaatkan berbagai macam peluang. Apalagi, lanjutnya, saat ini perkembangan teknologi sangat pesat sebagai ruang kratifitas.

Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan menambahkan, di Disparbud Kabupaten Bandung ada 17 sub sektor ekraf dan tiga besarnya adalah kriya, kuliner dan fashion. Ketiga sub sektor ekraf tersebut, lanjut Vena, diberikan pelatihan agar bisa memasarkan produknya ke luar negeri.

“Kita mengadakan pelatihan yang diberi nama Bedas Edun, yaitu Bersama Bedas Ekonomi Kreatif Mendunia. Jadi teman-teman ekraf kita coaching tentang bagaimana memasarkan produknya ke dunia,” ujar Vena.

Ketua Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri Kabupaten Bandung, Danny Syarif Hidayat mengatakan selama ini produk UMKM belum banyak mendapat sentuhan kreatif. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM.

“Kurang mendapat sentuhan kreatif, dan jika sudah mendapat sentuhan kreatif maka produk UMKM akan memiliki daya tawar kuat,” tandasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …