Begini Cara Mendapatkan Manfaat Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dari BPJAMSOSTEK

ILUSTRASI: Sejumlah karyawan sedang bekerja disalah satu perusahaan industri garmen. (ist)

ILUSTRASI: Sejumlah karyawan sedang bekerja disalah satu perusahaan industri garmen. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mulai Februari 2023, seluruh peserta BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akan mendapatkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).


Manfaat ini diberikan kepada peserta yang bekerja di perusahaan BUMN, BUMD, perusahaan swasta, buruh harian lepas yang bekerja pada pemberi kerja, hingga karyawan toko skala kecil dan mikro.

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Erni Purnamawati mengatakan, Jaminan Kehilangan Pekerjaan diberikan dalam bentuk bantuan uang tunai, pelatihan dan info pasar kerja.

Manfaat tersebut akan diberikan setelah pekerja diverifikasi oleh BPJAMSOSTEK dan memenuhi syarat sebagai penerima manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Uang tunai ini merupakan tambahan manfaat lain selain manfaat uang jaminan hari tua dan uang jaminan pensiun peserta BPJAMSOSTEK dan didapatkan secara cuma-cuma tanpa adanya iuran tambahan,” ucap Erni, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pemprov Jabar dan BPJAMSOSTEK Bukukan Rekor MURI, Lindungi Tenaga Pendidik Bidang Keagamaan Terbanyak

JKP adalah jaminan yang diberikan kepada pekerja atau buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja berupa manfaat uang tunai, termasuk juga akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja gratis dan bersertifikasi.

Program JKP bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat pekerja kehilangan pekerjaan. Pekerja dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak saat terjadi risiko akibat pemutusan hubungan kerja seraya berusaha mendapatkan pekerjaan kembali.

Baca Juga: Wakil Presiden, Ma’ruf Amin: Pemerintah Terus Dukung Program BPJamsostek

Ia menjelaskan, tenaga kerja korban PHK yang berhak mendapatkan manfaat bantuan uang tunai mulai Februari 2023 adalah setiap Warga Negara Indonesia yang di PHK namun belum mencapai usia 54 tahun.

“Bekerja pada pemberi kerja atau badan usaha skala usaha menengah dan besar yang sudah mengikuti 4 program (JKK, JKM, JHT dan JP) atau bekerja pada pemberi kerja atau badan usaha skala kecil dan mikro dengan minimal ikut 3 program (JKK, JK dan JHT). Tenaga kerja tersebut juga harus didaftarkan perusahaannya sebagai peserta BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …

Rizal Ramli Dinilai Bisa Selesaikan Multikrisis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Indonesia yang sedang mengalami multikrisis membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan kemauan dalam melakukan perubahan. Selain itu, …

Lembang Diterjang Banjir dan Longsor

POPJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Dua kejadian bencana banjir menerjang Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/10). Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan. …