Moment HJKB ke-211, PSI Tagih Janji Walikota Bandung

Partai Solidaritas Indonesia Kota Bandung 
kritisi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. (ist)

Partai Solidaritas Indonesia Kota Bandung kritisi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Partai Solidaritas Indonesia Kota Bandung kritisi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Salah satunya mengingatkan Walikota Bandung Oded M Danial dan Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana akan janji-janji politiknya kepada masyarakat.


“Walikota Bandung telah menjabat selama 3 tahun atau sudah lebih dari separuh perjalanan dan PSI sebagai mitra kerja yang baik ingin selalu memberikan masukan-masukan terbaik untuk kemajuan Kota Bandung,” ucap Ketua DPD PSI Kota Bandung, Yoel Yosaphat kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Menurutnya, beberapa janji dan indikator kerja Wali Kota yang ingin PSI ingatkan seperti kematangan Smart City. bulan Maret 2021 lalu Pemkot Bandung meraih penghargaan Top 50 Smart City dunia dari Eden Strategy Institute, dalam hal itu publik semakin berharap Kota Bandung akan menjadi kota yang benar-benar cerdas.

Tetapi, ternyata terjadi penurunan target Smart City yang diusulkan pemerintah dalam Perubahan RPJMD, bahkan seolah lumpuh karena pandemi.

“Miris dikala masyarakat semakin smart dalam beradaptasi dengan sistem yang serba online karena pembatasan sosial dan jaga jarak fisik, Kota Bandung malah tidak mampu meningkatkan level pelayanan onlinenya. Kota Bandung justru menurunkan target kematangan Smart City menjadi tingkat Integrative hingga tahun 2023. Praktis tidak ada peningkatan level Smart City sejak sepeninggalan Walikota Ridwan Kamil,” paparnya.

Kemudian, soal PIPPK Plus yang dijanjikan akan ada kenaikan anggaran dari Rp100 juta per RW menjadi Rp125 juta per RW, tetapi janji politik ini tidak terealisasi hingga tahun ketiga masa jabatan Mang Oded.

“Alih-alih mendapatkan dana tambahan, anggaran PIPPK justru terpotong hingga 50 persen dengan tujuan penanganan Covid. Pengalihan anggaran di tahun lalu dan tahun ini sebenarnya dapat diterima oleh warga Kota Bandung, tetapi agar publik tidak berprasangka terhadap adanya realokasi anggaran selama dua tahun terakhir. Kami meminta transparansi pengalihan anggaran ini agar dapat dibuka kepada publik, dan berharap janji PIPPK Plus dapat dilaksanakan pada tahun mendatang,” sarannya.

Begitupun soal Youthspace di Setiap Kelurahan seperti yang awal dulu dijanjikan untuk menciptakan 151 youthspace direvisi dalam perubahan RPJMD. Target 1 kelurahan 1 youthspace direvisi menjadi 1 kecamatan 1 youthspace.

“Penurunan target sebesar 80% ini mengecewakan bagi para pemuda yang begitu menanti-nantikan kehadiran youthspace untuk sarana berkreasi. Terlebih, target baru sebanyak 30 youthspace, hingga 3 tahun masa jabatan Mang Oded baru berhasil merealisasi 30% target atau sebanyak 9 youthspace. Kami berharap 70% target yang dicanangkan dapat tercapai pada akhir masa jabatan Mang Oded,” terangnya.

Loading...

loading...

Feeds