Pengguna Narkoba Diobati dengan Terapi Spiritual

Ns Asmawati M Kep Meraih Gelar Doktor di Unhas


POJOKBANDUNG.com – Dosen STIKes Alifah Padang, Ns Asmawati M Kep, berhasil meraih gelar doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, hari ini (24/9). Perempuan kelahiran Bantaeng 7 September 1976 ini mengangkat disertasi dengan mengusung judul “Pengaruh Terapi Spiritual Qur’anic Emotional freedom Technique (SQEFT) terhadap Penurunan Nilai Kecemasan dan Kadar Kortisol Darah pada Residen NAPZA (Narkotik, Psikotropik, Zat Adiktif lain)”.

Dalam keterangannya, Asmawati menjelaskan, penelitiannya bertujuan mengkaji pengaruh terapi SQEFT terhadap penurunan nilai kecemasan dan kadar kortisol darah pada residen NAPZA. Menurut dia, pasien residen NAPZA membutuhkan dukungan spiritual selama sakit dan menjalani rehabilitasi.

“Religi dan spiritualitas keduanya terkait dengan penggunaan mekanisme penanganan psikologi dan fisik. Residen NAPZA mengalami kecemasan, termasuk kecemasan sedang dan kecemasan berat yang dapat berdampak buruk pada gangguan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh terapi Spiritual Qur’anic Emotional freedom Technique (SQEFT) terhadap penurunan nilai kecemasan dan kadar kortisol darah,” terang putri pasangan Abd Azis Rabai dan St Asiah ini.

Asmawati mengingatkan, Narkotika dan alkohol menjadi perhatian pemerintah. Betapa tidak, data United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC, 2018) mencatat perkiraan penduduk yang mengalami gangguan akibat narkoba sebanyak 29,5 juta orang dan 190,900 orang meninggal. Sementara di Indonesia, kasus narkoba diperkirakan mencapai 4,2 juta orang atau sekitar 2,1 sampai 2,25 persen dari total penduduk pada 2019 (Kemenkes, 2019).

Hasil jumlah perkiraan kasus obat menunjukkan peningkatan dari 4,2 juta pada 2017 menjadi 5,0 juta pada 2020 (BNN, 2019). Jumlah pria dibandingkan tiga kali lebih besar dalam narkoba wanita. Dan kelompok pekerja memberi pemberian narkoba terbesar (BNN, 2019).

Hasil survei BNN pada 2018-2020, menunjukkan NAPZA di 34 Provinsi Sumatera Barat dengan angka prevalensi pada NAPZA sebesar 1,78 persen atau sekitar 63,523 orang. Jika dibandingkan dengan survei tahun 2018 dan 2019 terjadi kenaikan 0,09 persen. Residen NAPZA dalam menjalani pengobatan selain berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa, juga dapat langsung mencari bantuan rehabilitasi residen NAPZA di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Data Kementerian Sosial Provinsi Sumatera Barat yang menaungi IPWL menyebutkan bahwa IPWL yang berada di Sumatera Barat kembali 29.

Penelitian alumnus SMA Negeri 4 Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini dipusatkan di Kota Padang, Sumatera Barat. Di sana, Asmawati memperoleh data residen NAPZA pada 2018 sebanyak 129 kunjungan, sedangkan pada 2018 sebanyak 178 kunjungan dan 2019 sebanyak 219 kunjungan.

Dalam disertasinya, Asmawati menjelaskan, residen NAPZA memerlukan dukungan dan motivasi keluarga karena mengalami kondisi stres dan ketidaksiapan diri menghadapi kenyataan. Pikiran yang kalut akan menjadikan suasana hati menjadi tidak tenang, takut, depresi, imunitas menjadi menurun dan munculnya tanda dan gejala yang lebih parah.

Saat ini, selain pengobatan farmakologis juga dilakukan non farmakologis, pengobatan saat ini diminati secara umum dan khususnya residen NAPZA kerena selain tidak memiliki efek samping, harganya relatif lebih murah, mudah, terjangkau dan dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari tanpa bantuan orang lain .

Salah satu upaya pencegahan masalah yang dialami residen NAPZA adalah dengan melakukan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk menurunkan nilai kecemasan, sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan tentang pengaruh terapi Spiritual Qur’anic Emotional Freedom Technique (SQEFT) dengan program Therapeutic Community.

Raihan gelar doktor Asmawati ini disambut gembira anggota pengurus Yayasan Pendidikan Nurikhlas Padang, Erwani SKM M Kes. Erwani mengaku bangga atas pencapaian gelar doktor oleh dosen Stikes Alifah yang juga Ketua Stikes Alifah periode 2020-2024. Yayasan menyekolahkan lima dosen, salah satunya Asmawati. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu selama tiga tahun.

“Ini sangat membanggakan dan semoga menjadi motivasi untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), khususnya dosen kesehatan yang bergelar doktor. Dan ilmu daoat terus dikembangkan untuk tridarma perguruan tinggi, serta menjadi amal ibadah membangun generasi unggul,” ujar Erwani.

Hal senada dilontarkan Ketua Alumni 94 SMA 4 Bantaeng, Faisal Fattah. Faisal juga mengaku, bangga karena alumni sekolahnya bisa memberikan manfaat untuk dunia pendidikan. “Dan ilmu beliau (Asmawati, red) bisa menjadi ladang amal jariyah,” tambah Kepala Kantor KSOP Kelas IV Fakfak Faisal Fattah ini.

Sidang promosi doktor yang digelar secara online melalui zoom meeting ini turut dihadiri tujuh dewan penguji, diantaranya Prof dr Veni Hadju M Sc Ph D, Prof Dr A Ummu Salmah SKM M Sc, dan Prof Dr dr M Alimin Maidin MPH. (*)

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …

Rizal Ramli Dinilai Bisa Selesaikan Multikrisis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Indonesia yang sedang mengalami multikrisis membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan kemauan dalam melakukan perubahan. Selain itu, …

Lembang Diterjang Banjir dan Longsor

POPJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Dua kejadian bencana banjir menerjang Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/10). Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan. …