Oded: Belum Ada Laporan PTM di Kota Bandung Jadi Klaster Covid-19

PTM: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PTM: Guru mengajar kepada murid secara daring dan luring saat hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Ar Rafi, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung Oded M. Danial mengaku belum menerima laporan terkait ada atau tidaknya klaster baru Covid-19 saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM).


“Sampai sekarang saya belum menerima laporan dari Pak Sekda yang juga Ketua Harian Satgar Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna,” ujar Oded kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).

Oded mengatakan, pihaknya hingga sekarang belum punya strategi khusus untuk mengantisiapsi jika kemudian hari akan ada klaster baru di sekolah. Pasalnya, menurut Oded mencegah penyebaran Covid-19 memerlukan disiplin dari masyarakat sendiri.

“Untuk mencegah penularan Covid-19 dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Jika masyarakat menerapkan prokes dengan ketat, Insya Allah bisa ditekan angka penyebarannya,” tuturnya.

Oded mengatakan, sekarang masyarakat sedang khawatir ada varian baru dari Covid-19 sehingga semua orang beharap tidak ada penyebaran di Kota Bandung. Namun, lanjut Oded menambahkan, pihaknyna tidak mempunyai kewenangan untuk menanggulanginya.

“Kalau untuk mengatasi msalah penanganan Covid-19 merupakan kewenangan pusat. Kita tidak bisa. Karenanya, benteng yang paling baik adalah penerapan prokes yang baik,” paparnya.

Disinggung mengenai kemungkinan ada regulasi yang berubah jika ada klaster di sekolah, Oded mengatakan belum mempertimbangkan sampai ke arah sana. Karena semua kebijakan ada di pemerintah pusat. Selain itu semua bergantung kondisi di lapangan.

Demikian juga dengan kebijakan harus melaksanakan swab untuk siswa yang akan masuk sekolah. Oded mengatakan untuk sementara ini tidak akan memberlakukan aturan itu.

“Kalau urusan menangani covid kita tidak bisa latah mengikukti aturan daerah lain. Kita harus menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah,” tuturnya.

Menurut Oded, hal ini bukan berarti pihaknya tidak peduli, namun semua memang harus sesuai kondisi di lapangan. Bahkan, lanjut Oded jika ditemukan ada kasus covid-19 di sekolah, pihaknya tidak akan langsung menutup sekolah dan memberhentikan PTM.

“Untuk itu kami berharap semua bisa menjaga agar tidak ada klaster baru lagi di manapun dengan cara menerapkan prokes yang tinggi sehingga tidak ada penamvahan kasus baru di Kota Bandung,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …