Sempat Viral, Komplotan Curanmor yang Beraksi di Dayeuhkolot Diciduk Polisi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG- Jajaran Satreskrim Polresta Bandung menangkap komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor yang membawa senjata api palsu.


Aksi pencurian tersebut sebelumnya terekam kamera pengawas dan viral di media sosial.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan beberapa waktu yang lalu tepatnya Agustus 2021, telah terjadi aksi pencurian kendaraan bermotor oleh sekelompok orang.

Kejadian yang terjadi di halaman rumah di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot itu viral di media sosial.

“Jadi hari ini kita pers realese terkait dengan pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan, namun ada juga pencurian dengan kekerasan,” ujar Hendra saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Rabu (22/9).

Pada saat melakukan pencurian di wilayah Dayeuhkolot, Hendra mengungkapkan, komplotan pencuri tersebut berhasil mengambil dua unit sepeda motor. Selain itu, dalam video viral pelaku terlihat membawa benda yang diduga senjata api.

“Menyerupai senjata api tetapi setelah didalami ternyata korek,” ungkap Hendra.

Berawal dari kejadian tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengungkap kelompok pelaku pencurian yang ternyata semuanya berasal dari Limbangan Garut.

Hendra mengungkapkan ada sepuluh pelaku yang terlibat dan pihaknya berhasil menangkap tujuh orang pelaku, yaitu MS, AS, ARP, Rompang, IF, SSR, CPA di wilayah Limbangan Garut.

“Peran mereka berganti-gantian, biasanya satu kali main itu empat orang. Kemudian tiga orang lainnya, yaitu L, D, A, masih kita lakukan pencarian,” tutur Hendra.

“Dari mereka ada satu penadah yang kita amankan dalam rangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” sambungnya.

Adapun barang bukti yang  diamankan oleh pihak kepolisian yaitu 30 unit kendaraan roda dua.

Menurut Hendra, berdasarkan CCTV bisa diidentifikasi pakaian, helm  serta kendaraan yang digunakan pada saat melakukan aksi. Katanya, hal itu merupakan bukti yang sangat cukup untuk membawa pelaku ke proses persidangan.

Setelah dilakukan identifikasi, kata Hendra, ternyata cukup banyak TKP di wilayah Polrestabes. Sehingga, pihaknya melakukan koordinasi dan pendalaman serta menjalin kerjasama untuk mencari kendaraan milik korban lainnya.

“Adapun pasal yang kita terapkan pasal 363 dan 365 dengan ancaman pidananya 15 tahun,” jelas Hendra.

Sementara itu, salah seorang tersangka, S, mengakui dirinyalah yang berada dalam video kamera pengawas yang viral tersebut. Tersangka S mengatakan per hari bisa membawa tiga unit kendaraan curian.

“Sekali beraksi empat orang. Sudah 30 kali (melakukan aksi),” kata S.

Ia katakan, senpi yang dibawanya hanyalah sebuah korek api pemberian teman dan belum lama menggunakan benda tersebut. Katanya, senpi korek tersebut dibawa untuk menakut-nakuti korban.

“Barang bukti dijual ke Aceh dimana satu motor dijual Rp2,7 juta. Duitnya dipakai buat foya-foya,” pungkasnya. (fik)

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …