KD Bongkar Isi Kantongnya di Senayan, PSI Minta Gaji DPR Dipotong

Anggota DPR Krisdayanti (KD). (Abdul Rahman/JawaPos.com)

Anggota DPR Krisdayanti (KD). (Abdul Rahman/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com- GAJI dan pendapatan DPR RI menjadi sorotan masyarakat semenjak Krisdayanti alias KD blak-blakan membagikan informasi tentang pendapatannya sebagai anggota Dewan.


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku sudah lama mempertanyakan banyaknya tunjangan yang diterima anggota DPR RI.

Menurut Juru Bicara PSI Sigit Widodo, besarnya pendapatan yang diterima oleh anggota DPR RI tidak sebanding dengan kinerja mereka sebagai anggota legislatif. Pada 2020, DPR hanya mengesahkan 3 UU dari 37 RUU program legislasi nasional (Prolegnas).

“Selama 2 tahun sejak dilantik, DPR periode ini baru mengesahkan 4 Undang-undang dari target 248 RUU yang masuk Prolegnas 2020-2024. Tunjangan-tunjangan yang diterima anggota DPR lebih baik dipotong saja dan dialihkan untuk anggaran penanganan pandemi Covid-19,” ujar Sigit, Sabtu (18/9).

Sigit mengatakan, PSI sejak 3 tahun silam sudah menyuarakan besarnya pendapatan anggota DPR RI di luar gaji pokok yang diterima.

“Dulu beberapa calon anggota legislatif dari PSI membentuk Kaukus PSI Bersih-bersih DPR karena prihatin dengan pendapatan DPR yang super besar dan tidak transparan ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, PSI pada 2018 pernah mempertanyakan banyaknya tunjangan yang diterima oleh DPR di luar gaji pokok. Sebab, ada belasan tunjangan yang jumlahnya sangat besar dan beberapa, menurut PSI, sangat mengada-ada.

“Sebutlah ada yang namanya tunjangan kehormatan. Ini buat apa? Apakah wakil rakyat di DPR menjadi terhormat karena menerima tunjangan ini, atau mereka merasa tidak terhormat jika tidak diberi tunjangan kehormatan?,” ungkapnya.

PSI juga mempertanyakan beberapa tunjangan yang terkait fungsi DPR. Seperti adanya uang rapat, tunjangan aspirasi, dan tunjangan pengawasan.

“Bukankah mereka memang digaji untuk rapat, menyerap aspirasi rakyat, dan melakukan pengawasan? Kenapa harus ada uang tunjangan tambahan untuk melakukan fungsi utama DPR?” tanya Sigit.

Beberapa tunjangan juga diterima anggota DPR jika menduduki jabatan tertentu atau menjadi alat kelengkapan dewan (AKD).

“Seperti ada tunjangan sebagai pimpinan dewan, tunjangan sebagai anggota badan musyawarah, tunjangan sebagai anggota komisi, tunjangan badan legislasi, tunjangan badan anggaran, dan seabrek tunjangan lainnya yang saling tumpang-tindih. Jadi jangan heran, meski gaji anggota DPR tidak terlalu besar, namun take home pay-nya bisa sangat luar biasa,” ungkap Sigit.

Menurut Sigit, blak-blakan tentang pendapatan anggota DPR yang Krisdayanti lakukan harus menjadi momentum perbaikan struktur pendapatan DPR.

“Semoga ini bukan sekadar keriuhan sesaat dan masyarakat harus terus menuntut wakil-wakilnya agar lebih bijak menggunakan uang rakyat. Sekali lagi kami minta tunjangan anggota DPR dipotong karena kinerjanya yang buruk dan dananya dialihkan untuk penanggulangan Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, KD mengungkap dirinya mendapat penghasilan ratusan juta rupiah setiap bulan semenjak duduk sebagai wakil rakyat. KD mengaku mendapat gaji sebanyak 2 kali dalam waktu berbeda setiap bulan dengan total Rp 75 juta.

Hal tersebut KD ungkapkan dalam wawancara bersama politikus Partai Nasdem Akbar Faizal, yang diunggah di YouTube Akbar Faizal Uncensored.

KD mengaku juga memperoleh sejumlah pendapatan di luar gaji dan tunjangan, yakni berupa dana aspirasi sebesar Rp 450 juta. Menurut KD, dana aspirasi tersebut diberikan sebanyak 5 kali dalam satu tahun. (jawapos)

Loading...

loading...

Feeds

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …