Sudah Buron 15 Tahun, Koruptor Ini Ditangkap Saat Makan di Restoran di Bandung

Aryo Satigi Budihanto, yang buron sekitar 15 tahun terciduk di sebuah tempat makan di Jalan Gatot Subroto No.40, Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (16/9/2021). (foto:ist)

Aryo Satigi Budihanto, yang buron sekitar 15 tahun terciduk di sebuah tempat makan di Jalan Gatot Subroto No.40, Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (16/9/2021). (foto:ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Buronan terpidana korupsi, Aryo Satigi Budihanto akhirnya ditangkap. Ia diciduk di sebuah tempat makan di Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Kamis (16/9/2021) pukul 17.00 WIB, setelah buron sekitar 15 tahun.


Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

“Di awali info keberaadan tersangka, kita pada dasarnya membackup penangkapan itu,” ungkap Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil, saat dihubungi Radar Bandung, Jumat (17/9/2021).

Aryo disebut telah merugikan keuangan negara yaitu PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp120 miliar. Ia sudah divonis bersalah, mendapat hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

“Sudah ada putusan pengadilan yang menetapkan Aryo Satigi Budihanto sebagai terpidana,” imbuhnya.

Saat ditangkap, Aryo terlihat tak sendiri. Di rumah makan itu, ada orang lain yang duduk bersama satu meja. Namun, Dodi mengatakan, tak mendapat informasi terkait identitas orang yang bersama Aryo.

“Terlihat berdua tapi kalau dengan siapa itu saya tidak menerima informasi soal itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Berkas Perkara Sudah Lengkap, Bupati Non Aktif Aa Umbara Sutisna Segera Disidangkan

Setelah ditangkap, terpidana Aryo langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bandung untuk diamankan dan kemudian dibawa ke Jakarta oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung untuk di Eksekusi.

“Sudah dieksekusi. Begitu informasi dari kejari pusat, sudah dieksekusi tapi dieksekusi saya belum dapa informasi. Kemarin langsung dieksekusi,” pungkas Dodi.

Baca Juga: DPR Tagih Janji Kapolri untuk Setop Kriminalisasi dengan UU ITE

Diketahui, Aryo masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2002. Diketahui Aryo tercatat pada 14 Februari 2002, telah dengan sengaja turut serta melakukan atau menyuruh melakukan, tindakan melawan hukum.

Atas perbuatan tersebut dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp120 miliar.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

Kereta LRT Tabrakan di Cibubur

Kereta LRT Tabrakan di Cibubur

POJOKBANDUNG.com- Kecelakaan transportasi umum kembali terjadi. Jika tadi pagi melibatkan 2 bus TransJakarta. Kali ini kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) …