Sineas Indonesia Harus Tahu Pentingnya Intelektual Properti, Manfaatnya untuk Ini

Direktur Program Akatara 2021 Vivian Idris saat menjadi pembicara dalam acara seminar Akatara 2021. (ist)

Direktur Program Akatara 2021 Vivian Idris saat menjadi pembicara dalam acara seminar Akatara 2021. (ist)

Hanifah menjelaskan, sineas harus mengerti bagaimana cara memonetisasi kontennya sehingga tidak ada lagi cerita idenya dibajak orang lain. Maka dari itu dalam hal kekayaan intelektual perlu kerja sama dalam ekosistem perfilman Indonesia.


“Banyak yang belum sadar bahwa ip ini bisa diuangkan, begitu mereka miliki ip nya. Contohnya Upin Ipin, dari film kemudian bisa ada animasinya, kemudian dia bikin merchandisenya mulai dari boneka, kaos, pernak pernik, dan lain-lain. Itu kan turunannya banyak dan itu bisa jadi uang. Belum banyak pelaku industri kreatif yang sadar dan mengerti,” ungkapnya.

Senada dengan Hanifah, Direktur Program Akatara 2021 Vivian Idris mengatakan, pentingnya memahami tentang IP di industri konten Indonesia.

“IP adalah keseharian dalam gerak industri konten dunia. Karenanya penting bagi konten kreator di Indonesia untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai IP,” tutur Vivian.

Baca Juga: Film Notebook Garapan Sutradara Karsono Hadi Ceritakan Perjuangan Guru di Tanah Sumba

Berangkat dari sana, Akatara tertarik menghadirkan bahasan mengenai kekayaan intelektual dalam bidang industri konten di Indonesia ke dalam sebuah talkshow. Ini sebagai usaha untuk mengisi kekosongan informasi tentang intellectual property untuk pekerja kreatif temasuk sineas dan konten kreator Indonesia.

Akatara 2021 menjadi forum penghubung sineas dengan investor untuk menciptakan akses pembiayaan dan mengembangkan ekosistem dengan mendorong film entrepreneurship.

Baca Juga: Mikha Tambayong Terlibat di Film Disney’s ‘Raya And The Last Dragon’, Cek Perannya Sebagai Apa

Di tahun ini, Akatara menghadirkan rangkaian seminar dan workshop yang telah berlangsung sejak Agustus, lalu. Workshop Akatara berlangsung pada 12-14 Agustus 2021 meliputi workshop animasi, film fiksi pendek, film dokumenter, dan produksi serial.

Rangkaian seminar online Akatara 2021 menghadirkan tema ‘The Economic Impact of Online Curated Content Services in Indonesia’ pada 6 September, dan seminar ‘Roadmap to Digital Platform’ pada 7 September.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds

Flyover Simpang Padalarang Resmi Dibuka

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membuka dan mengaktifkan jalan layang (Flyover) Simpang Padalarang beroperasi. Rencananya Flyover …
54 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Pengajian di Cianjur

Kasus Covid-19 di KBB Tinggal 4 Orang

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan 4 orang. Berdasarkan data Satgas Covid-19 …