Selain Glamping Lakeside dan Kawah Putih, Pemkab Bandung Ajukan Permohonan Izin Operasional Objek Wisata Lain

Kawah putih ciwidey. (foto: ist)

Kawah putih ciwidey. (foto: ist)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Setelah objek wisata Glamping Lakeside dan Kawah Putih yang sudah dibuka untuk uji coba penerapan QR barcode aplikasi Pedulilindungi, Pemerintah Kabupaten Bandung mengajukan permohonan pembukaan untuk objek wisata lainnya.


Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Bandung, Ramdan Hidayat mengatakan permohonan untuk pembukaan uji coba itu masih dalam proses penandatanganan Bupati Bandung. Permohonan tersebut karena pihaknya melihat ada objek wisata yang dinilai aman.

“Kalau dari sisi jumlah sih sebetulnya banyak, artinya siapa saja asal memenuhi persyaratan, nanti Kemenpar yang menentukan,” ujar Ramdan saat mengisi kegiatan Ngawangkong Bari Ngopi di Soreang, Jumat (17/9).

Ramdan melanjutkan, bilamana permohonan tersebut disetujui maka akan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi seperti objek wisata harus terbuka atau bernuansa outdoor, harus sudah bersertifikat CHSE, yang merupakan singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

“Wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi, kemudian pengawasan yang intensif dari satgas Covid 19, sebelum dibuka pun harus dilakukan verifikasi oleh Satgas Covid 19,” tutur Ramdan.

Terkait dengan vaksinasi Covid 19, Ramdan mengungkapkan, hampir 100 persen pelaku pariwisata, hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Bandung sudah disuntik vaksin.

“Kurang lebih ada 3.000 pelaku wisata termasuk warga sekitar yang bekerja di tempat wisata,” ungkap Ramdan.

Sementara itu, Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan mengatakan terkait dengan promosi wisata itu banyak dibantu oleh komunitas dengan pola Pentahelix.

“Untuk promosi itu tidak terlalu bekerja keras, cukup di tiktok, dan ada beberapa influencer yang sudah centang biru di promote, otomatis jadi naik,” ujar Vena.

Dalam kondisi pandemi Covid 19, pihaknya menyarankan masyarakat untuk menikmati liburan dengan cara staycation di hotel dan resort. Sehingga lebih privat dan lebih aman pengendaliannya. Selain itu, Vena mengungkapkan objek wisata di Kabupaten Bandung masih yang belum bersertifikat CHSE.

“Staycation ataupun caffe masih bisa, makan diresto masih bisa dengan durasi paling lama satu jam. Kemarin kita bikin terobosan itu dine in parking,” pungkas Vena.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …

Rizal Ramli Dinilai Bisa Selesaikan Multikrisis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Indonesia yang sedang mengalami multikrisis membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan kemauan dalam melakukan perubahan. Selain itu, …