BNN Kota Bandung Gelar Workshop P4GN Dunia Usaha/Lingkungan Swasta

BNN Kota Bandung Gelar Workshop Penggiat P4GN Dunia Usaha Lingkungan Swasta

BNN Kota Bandung Gelar Workshop Penggiat P4GN Dunia Usaha Lingkungan Swasta

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– BNN Kota Bandung menyelenggarakan Workshop Penggiat P4GN dengan dunia usaha lingkungan swasta di Kota Bandung.


Workshop dengan tema Kota Tanggap Ancaman Bahaya Narkoba (KOTAN) menuju Bandung Bersinar, Indonesia bersih narkoba tersebut digelar dalam rangka mewujudkan partisipasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara mandiri di dunia usaha lingkungan swasta, BNN Kota Bandung.

Kegiatan workshop berlangsung di Hotel Fox Jl. Jawa No. 3, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/9), menghadirkan 30  pihak swasta yang merupakan perwakilan dari 30 kelurahan di Kota Bandung.

Tujuannya, untuk membangun sinergi, kolaborasi dan kepedulian antara BNN Kota Bandung dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, khususnya di lingkungan swasta untuk melaksanakan kebijakan KOTAN.

Agar terwujudnya KOTAN, tentu diperlukan ketahanan masyarakat yang merupakan salah satu variable kotan serta  kemandirian partisipasi P4GN dari di dunia usaha lingkungan swasta yang menjadi salah satu indikatornya.

Kegiatan ini adalah sebagai bentuk upaya BNN Kota Bandung dalam melaksanakan P4GN, dengan harapan melalui kegiatan ini, para pelaku usaha  swasta akan mendapatkan bekal dan pengetahuan mengenai peran serta dalam peningkatan kompetensi calon penggiat anti narkoba, dalam mempersiapkan serta menyusun rencana kerja.

Usai kegiatan para peserta calon penggiat tersebut menjalani pemeriksaan tes urine sebagai bentuk komitmen para calon penggiat anti narkoba, bahwa sebelum mereka turun ke masyarakat, para penggiat pun harus bersih dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana, Saras Putri Utami, Subkoordinator P2M BNN Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial dalam paparannya mengungkapkan, negara sedang darurat narkoba, seperti yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo.

Deni menyampaikan, ada 2 ancaman besar kedepan. Pertama, penyalahgunaan dan kedua peredaran. Kedua-duanya tentu harus mendapatkan penanganan secara serius. Jadi tidak hanya Pemberantasannya saja, akan tetapi pencegahannya harus kita tangani secara bersamaan.

Untuk penanganan kedua masalah tersebut, negara sudah memiliki suatu strategi, yaitu strategi P4GN.

Dijelaskan dalam UU No.35/2009 bahwa, P4GN adalah suatu strategi negara dalam upaya mencegah, melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Tanggung jawabnya tidak hanya BNN semata akan tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,”ucapnya.

Pasal 104 – 108, dalam undang-undang tersebut menyebutkan pula bahwa masyarakat  mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu P4GN.

Inpres No. 2/2020 diamanahkan Rencana Aksi Nasional (RAN) mengenai penguatan P4GN. Dalam UU itu, seluruh kementrian, lembaga pemerintah maupun swasta wajib melaksanakan penguatan P4GN, oleh karena itu, melalui kegiatan ini, para penggiat anti narkoba dapat menghadirkan pelaksanaan P4GN, umumnya di tingkat kelurahan, khususnya di lingkungan usaha masing-masing.

Sementara itu, Novy Yulianty,M.Psi, narasumber dari psiolog menyampaikan, untuk membentuk ketahanan diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba, seseorang harus memiliki self regulation, reaching out dan assertive.

Ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah, karena berkaitan dengan emosi dan prilaku, itu sudah lama terbentuk. Maka upayanya, adalah penting sekali seseorang mendapatkan transfer ilmu melalui kegiatan seperti workshop ini.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds