Aduh, Wisatawan di Kawasan Puncak ‘Digetok’ Bayar Parkir Rp35 Ribu

Ilustrasi warung di kawasan Puncak Bogor. (ist)

Ilustrasi warung di kawasan Puncak Bogor. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Tidak hanya “getok” harga yang dilakukan oleh oknum pedagang nakal di kawasan puncak. Aksi “getok” tarif parkir pun juga terjadi di kawasan puncak.


Seperti di warpat, Cisarua, Kabupaten Bogor misalnya. Parkir sepeda motor Rp5.000 dan paling mencengangkan adalah tarif parkir mobil, “ditembak” hingga Rp35.000.

“Iya, kaget. Ini parkir Rp 35 ribu di warpat,” ujar Rendi Permana salah satu wisatawan kepada radar Bogor akhir pekan kemarin.

Ia mengaku, petugas parkir tidak menguntungkan seragam. Menggunakan pakaian bebas. Jumlahnya ada 2 orang.

“Gak ada karcis lagi, jadi pas pulang langsung diminta bayar, alasanya weekend,” akunya.

Radar Bogor mencoba menyambangi warpat dan parkir sepeda motor. Benar saja, saat radar Bogor memberikan uang parkir Rp2.000, penjaga parkir meminta tambahan dan menjelaskan bahwa parkir Rp5000.

“Parkir Rp5.000 ya,” tutur salah satu tukang parkir.

Menanggapi hal itu, kasi trantib kecamatan Cisarua Efendi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan muspika kecamatan Cisarua perihal adanya “getok” tarif parkir di kawasan Cisarua.

“Kita akan kordinasi dan konfirmasi dengan Muspika,” katanya kepada Radar Bogor Senin (13/9/2021).

“Kita juga akan cek ke lapangan sekalian yang getok harga kopi,” tukasnya.

Kadishub Kabupaten Bogor, Ade Yana angkat bicara perihal “getok” parkir di Kawasan wisata puncak, kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kepada Radar Bogor Ade menegaskan bahwa dishub Kabupaten Bogor tidak memungut retribusi parkir di sepanjang kawasan puncak Cisarua.

Menurutnya, kawasan puncak merupakan jalur nasional dan tidak ada penarikan restribusi parkir.

“Iya, jadi itu parkir liar,” katanya kepada Radar Bogor Senin (13/9/2021).

Ade menjelaskan, untuk di kawasan puncak Cisarua, parkir resmi hanya ada di pasar Cisarua. Selebihnya tidak ada.

“Hanya satu di passr Cisarua saja,” tandasnya.

(Radar Bogor)

Loading...

loading...

Feeds