Film Notebook Garapan Sutradara Karsono Hadi Ceritakan Perjuangan Guru di Tanah Sumba

Potongan adegan Rintik (Amanda Rawles) dan Arsa (Dimas Anggara) dalam film 'Notebook' yang tayang di layanan Over the Top (OTT) Disney+ Hotstar. (ist)

Potongan adegan Rintik (Amanda Rawles) dan Arsa (Dimas Anggara) dalam film 'Notebook' yang tayang di layanan Over the Top (OTT) Disney+ Hotstar. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Layanan Over the Top (OTT) atau streaming video berbayar terus memanjakan para pengguna setia. Salah satunya Disney+ Hotstar yang setiap bulannya merilis film terbaru, baik itu film Indonesia atau luar negeri.


Film ‘Notebook’ karya sutradara Karsono Hadi dihadirkan Disney+ Hotstar untuk menemani waktu senggang penonton Indonesia.

Selain disutradarai Karsono Hadi, film ‘Notebook’ diproduseri Sukhdev Singh sekaligus menjadi penulis naskah bersama Tisa TS. Dengan latar belakang keindahan Sumba, ‘Notebook’ menampilkan Amanda Rawles dan Dimas Anggara.

“Film ‘Notebook’ mengangkat latar belakang keindahan pulau Sumba. Menceritakan tentang seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah dasar di pedesaan Sumba, tapi ternyata ada konflik saat ibu guru ini bertugas di sana,” kata sutradara Karsono Hadi.

Film ‘Notebook’ mengangkat kisah Rintik (Amanda Rawles), seorang guru yang secara sukarela menggantikan Ibu Teresa untuk mengajar di sebuah sekolah dasar yang berada di pedesaan Sumba.

Rintik yang sudah lama merindukan suasana baru langsung terpesona dengan suasana pedesaan dan masyarakat Sumba bila dibandingkan dengan hiruk-pikuk Jakarta, tempat Rintik berasal.

Sebagai guru, Rintik mulai mempersiapkan diri untuk mengajar para murid barunya. Namun, beberapa guru dan orangtua murid ternyata menolak kehadiran Rintik karena agama yang dianutnya.

Rintik yang merupakan seorang muslimah dianggap kurang cocok untuk mengajar para murid yang mayoritas beragama Katolik. Meskipun banyak rintangan yang harus ia hadapi, Rintik terus berusaha untuk mempertahankan posisinya sebagai seorang guru yang baik di sekolah tersebut.

Suatu hari, Rintik bertemu dengan Arsa (Dimas Anggara), seorang pemuda yang juga merupakan keponakan dari kepala sekolah tempat Rintik mengajar. Dalam setiap pertemuan, keduanya saling bertukar pikiran dan sudut pandang tentang berbagai hal yang dirasakan oleh Rintik maupun Arsa.

Pada setiap pertemuannya pula Rintik mendokumentasikan hasil pertemuannya bersama Arsa. Dia juga mencatat kesehariannya sebagai seorang guru dalam buku catatan miliknya.

Seiring berjalannya waktu, Rintik mulai menyadari bahwa kehadiran Arsa membawa banyak perubahan dalam hidupnya. Sayangnya, perjalanan cinta keduanya tak berjalan sesuai harapan karena suatu hari Rintik memutuskan untuk kembali ke Jakarta tanpa memberitahu Arsa.

Apakah Rintik akan kembali ke Sumba untuk bersatu dengan Arsa? Akankah kisah cinta ini hanya menjadi catatan semata dalam buku harian Rintik?

(fid)

Loading...

loading...

Feeds