Bekerja Lebih Aman dan Nyaman, Pekerja Informal Didorong Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo saat sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja Bukan Penerima Upah, di Kota Bandung. Sabtu (11/9/2021). (ist)

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo saat sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja Bukan Penerima Upah, di Kota Bandung. Sabtu (11/9/2021). (ist)

Selanjutnya apabila dalam masa pemulihan, peserta tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, BPJAMSOTEK juga akan memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh.


Tak hanya itu jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan.

Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima adalah sebesar Rp42 juta. Selain itu 2 orang anak dari peserta juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 Juta.

Anggoro melihat para pekerja seni saat ini membutuhkan dukungan dan bantuan pemerintah untuk bertahan dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini. Manfaat yang ada di dalam program jamsostek diharapkan mampu membantu para pekerja dalam menghadapi kondisi sulit ini.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jabar, Dodo Suharto mengungkapkan, hingga saat ini jumlah peserta bukan penerima upah di Jabar yang terdaftar ada 504 ribu orang.

“Pekerja bukan penerima upah baru 5 persen yang sudah terdaftar. Jadi masih banyak pekerja di Jabar belum terlindungi program BPJS ketenagaekrjaan,” ucap Dodo.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Jabar Tingkatkan Semangat Pelayanan di Momentum Harpelnas 2021 

Meski demikian, kata Dodo, pihaknya akan terus bekerja keras dan semaksimal mungkin merangkul pekerja bukan penerima upah agar mau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Target kami (di Jabar) sampai akhir tahun bisa nambah 200 sampai 300 ribu pekerja bukan penerima upah,” tandasnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Meriahkan Hari Pelanggan Nasional

Dalam kegiatan itu juga secara simbolis menyerahkan santunan kematian dan beasiswa kepada 3 ahli waris peserta dengan total nominal Rp588 juta.

Nominal tersebut belum termasuk manfaat jaminan pensiun yang akan dibayarkan setiap tahun kepada ahli waris.

(*)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …

Mars pun ”Pindah” ke Gurun Israel

POJOKBANDUNG.com- BAGAIMANA rasanya tinggal di Planet Mars? Enam astronot asal Austria, Jerman, Israel, Belanda, Portugal, dan Spanyol ini mungkin bisa …