‘Bermain Dua Kaki’

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Berkembangnya pola kerja industri cetak semakin meningkatkan karya-karya seni cetak grafis (printmaking) di Indonesia.


Eksperimen mencetak para pegrafis pun secara langsung mengevolusi jalur-jalur kekaryaan– sampai-sampai ada yang dinilai mengabaikan kerangka jalur konvensional dengan memadukan berbagai proses, medium, dan pemanfaatan teknologi.

Pameran ‘Bermain Dua Kaki’ berusaha menunjukkan apakah ekspansi seni cetak grafis sekarang ini memang melampaui batas-batas konvensional, atau justru sedang memperluas bidangnya, sekaligus menawarkan bentuk konvensional baru?

Bersama dengan Studio Seni Grafis Institut Teknologi Bandung (ITB), pameran bersama ini menampilkan belasan karya dari 11 seniman terpilih.

Seniman yang terlibat di antaranya, Amalya Febryana, Angga Aditya, Aurora Arazzi, Dey Irfan Adianto, Tisna Sanjaya, Elia Yoesman, Ketan Shi, Setiawan Sabana, Sidney Islam, Tasia Sugiyanto, dan Zaldy Armansyah.

Pameran ‘Bermain Dua Kaki’ berlangsung di Galeri Ruang Dini, Jalan Anggrek, pada 20 Agustus sampai 9 September 2021.

Seniman-seniman tersebut dipilih berdasarkan berbagai jalur kekaryaan seni grafis. Mereka mencoba untuk mendefinisikan ulang konsepsi seni grafis sehingga dapat memiliki perspektif baru dalam melihat potensi seni grafis, atau menganalisis berbagai kemungkinan teknik dan medium untuk menghasilkan memutakhirkan karya grafis yang ditunjang oleh pengetahuan baru.

Kurator Angga Aditya Atmadilaga dalam catatan kuratorial menyebut, eksperimen mencetak para pegrafis Indonesia sejak tahun 80-an, telah mengarah dan meningkatkan bentuk serta varian karya-karya seni cetak grafis (printmaking).

Perkembangan ini menjadi lebih ekspansif sering dengan berkembangnya teknologi cetak, dengan itu pula hadir usulan-usulan karya yang berusaha untuk mengatasi batas konvensi.

“Keadaan ini terlihat seolah-olah seni cetak grafis kehilangan pijakannya, namun sebenarnya seni cetak grafis tengah mengalami evolusi umum dengan membentuk dirinya menjadi lebih cair, namun tetap dalam wadah prinsip dasarnya, yakni mencetak,” kata Angga.

Ada tiga jalur kekaryaan dalam seni cetak grafis, yang pertama ialah seni grafis sebagai genre seni konvensional yang sepenuhnya mengikat diri pada bahan, teknik serta definisi grafis dalam kerangka konvensional.

Kedua ialah dengan memperluas cakupan teknis sehingga hadir eksperimentasi teknik cetak tanpa bertentangan dengan konvensinya, dan jalur ketiga adalah penciptaan karya dengan melewati dan mengabaikan batas-batas konvensi, memadukan berbagai proses, medium dan pemanfaatan teknologi.

Loading...

loading...

Feeds