Kota Bandung Masuk Zona Kuning, Tempat Hiburan Belum Dapat Relaksasi

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung masuk zona kuning. Angka kasus positif dan tingkat keterisian pasien Covid-19 di Rumash Sakit menurun drastis. Namun relaksasi diberbagai sektor belum banyak yang berubah.


“Kota Bandung sudah masuk di Zona Kuning atau resiko rendah. Secara garis besar kasus aktif menurun dan kesembuhan meningkat di Kota Bandung,” ujar Walikota Bandung Oded M. Danial, kepada wartawan usai rapat terbatas Forkopimda Evaluasi PPkM level 3 di Kota Bandung.

Menurut Oded, Kota Bandung secara konfirmasi berada pada urutan ke-5 di Jawa Barat. Dengan total Konfirmasi, 41.926 atau naik 4 persen. Jumlah konfirmasi aktif 601 turun drastis sebesar 85.02 persen. Jumlah Kesembuhan, 39.915 (naik 4.974/ 14.24 persen).

“Rata-rata kesembuhan meningkat tajam pada minggu ke-2 PPKM Level 4 dengan rata rata kesembuhan 367 orang/hari,” katanya.

Sedangkan untuk BOR Kota bandung terus menurun terus hingga ke angka 19.16 persen (keterisian 306 TT dari 1.597 TT dan masih tersedia 1.291 TT). Keterisian RSIM juga menurun ke angka 4 persen. Positivity Rate Kota Bandung per 7 September 2021 adalah 1,77 persen.

Meski demikian tidak banyak relaksasi yang diberikan. Beberapa relaksasi yang diberikan diantaranya, tambahan waktu dine in menjadi 1 jam. Untuk kegiatan outdor seperti tempat wisata dan olahraga sudah diperbolehkan.

“Tempat wisata yang diperolehkan adalah kebun binatang, Kiara Arta Park, Saung Angklung Udjo dan Trans Studio Bandung,” terangnya.

Halnya dengan tempat hiburan, seperti diskotik dan bioskop menurut Oded masih belum bisa mendapat relaksasi.

“Hal ini sesuai dengan instruksi Mendagri,” tuturnya.

Sedangkan untuk evaluasi ganjil genap, Oded mengatakan akan menunggu keputusan dari Kapolda Jabar.

“Tapi dari laporan Kapolres, dengan adanya ganjil genap berhasil menekan mobilitas sebanyak 20 persen,” lanjut Oded.

Senada dengan Oded, Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, untuk tempat wisata dan olahraga terbuka, tetap harus ikut Prokes yang ketat. Termasuk untuk kapasitas.

“Zona kuning ini diharapkan bisa turun ke level 2. Sehingga lebih banyak yang bisa direlaksasi,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds