Kreasi Pemuda Pandeglang, Sulap Limbah Kayu Jadi Barang Bernilai

Perajin limbah kayu menjadi rak tanaman hias, kursi hingga meja dari Pandeglang, Cecep Malik Ismail (Foto: dok. pribadi)

Perajin limbah kayu menjadi rak tanaman hias, kursi hingga meja dari Pandeglang, Cecep Malik Ismail (Foto: dok. pribadi)

POJOKBANDUNG.com- PANDEMI Covid-19 tidak lantas membuat masyarakat menjadi tidak produktif. Sebaliknya, pandemi melahirkan pikiran kreatif untuk produktif.


Seperti yang dilakukan pemuda asal Kampung Cidangiang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang Banten, Cecep Malik Ismail yang menyulap limbah kayu menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.

Baru satu bulan berjalan selama pemberlakuan PPKM, kini hasil inovasinya mulai dilirik. “Alhamdulillah meski baru satu bulan berjalan, orderan sudah mulai masuk, dari masyarakat sekitaran Pandeglang,” ujar Cecep kepada Pojokbandung.com.

Produk yang sudah dihasilkannya berupa rak untuk pot bunga atau tanaman hias, meja dan kursi serta meja teras, hingga meja kerja yang kesemuanya berbahan baku dari limbah kayu.

Cecep menceritakan, awal datangnya ide untuk menyulap limbah kayu menjadi kreasi kerajinan tersebut ketika ia menjual tanaman hias.

“Awalnya jual tanaman hias, saya melihat sepertinya kalau ada raknya (tanaman hias) akan terlihat lebih menarik dan kemudian membuatnya. Setelah itu, baru mengembangkan ke pembuatan meja dan kursi,” katanya.

Semua kerajinan yang dibuat berbahan baku dari limbah kayu. Semisal rak pot bunga, untuk tiangnya menggunakan kayu berenuk, kayu cengkeh, kayu petai cina, kayu rambutan, kayu lengleng. Sedangkan untuk tatakannya memanfaatkan limbah kayu mahoni.Kreasi Pemuda Pandeglang, Sulap Limbah Kayu Jadi Rupiah

Dalam pengerjaannya, Cecep dibantu 3 pemuda warga sekitar rumahnya.

“Kita ngumpulin kayu bekas, pohon kering atau mati, terus kalau ada pohon yang mau ditebang karena beresiko takut roboh,” imbuhnya.

Meskipun berbahan baku limbah kayu, Cecep menjamin kualitasnya.

“Insya Allah kuat, kan kita kasih anti rayap dulu dan dalam proses pembuatan kita lakukan dari mulai cek kondisi batang yang bisa dipakai, ngulitin, meng-amplas, lalu rendam dengan anti rayap dan anti kutu bubuk kayu, kemudian menyatukan batang dengan tatakannya, baru finishing,” paparnya.

“Kami membuat kerajinan-kerajinan ini secara otodidak. Lihat referensi, beli alat-alatnya dan langsung membuat,” sambungnya.Kreasi Pemuda Pandeglang, Sulap Limbah Kayu Jadi RupiahCecep mengatakan, bersama pemuda di sekitar kediamannya kini sering eksplorasi guna menambah ide-ide baru kerajinan yang ingin dibuat. Sehingga proses kreatif akan terjaga dan melahirkan produk-produk baru yang sesuai selera pasar.

“Sekarang lagi coba membuat meja dari akar,” ucapnya.

Kerajinan yang dibuat harganya beraneka ragam, seperti untuk unit rak tanaman di kisaran Rp200 ribu hingga 500 ribu. Menurutnya, harga itu tergantung ukuran serta dari tingkat kesulitannya.

“Pemasarannya secara online, memanfaatkan media sosial seperti instagram. Alhamdulillah, responnya bagus. Kedepan kami juga akan menjual melalui market place,” tandas Cecep.

Untuk warga Pandeglang dan sekitarnya yang tertarik dengan hasil kerajinan limbah kayu ini bisa mengunjungi laman instagram akun @malikismail1976 atau menghubungi nomor whatsapp 0812-8373-3407.

(ysf/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds